Pada Selasa, 11 Agustus 2026, SMA Labschool UNY menyelenggarakan EduTrip #1 bertajuk "From Farm to Future: Explore, Document, Create" di Nara Kupu Jogja, Hargobinangun, Pakem, Sleman, pukul 07.30–14.25 WIB. Kegiatan kokurikuler ini diikuti oleh 34 siswa kelas X dan XI yang terbagi dalam empat kelompok, serta didampingi oleh guru dan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Penulis turut mendampingi Kelompok 2 "The Harvest Hunters" beranggotakan 9 siswa (7 siswa hadir) pada pos Panen Sayur. Kegiatan ini merupakan wujud pembelajaran berbasis pengalaman langsung (outdoor learning) yang sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs poin ke-4 (Pendidikan Berkualitas) dan poin ke-2 (Tanpa Kelaparan) melalui pengenalan metode budidaya pangan yang efisien dan berkelanjutan.
Pada pos ini, siswa diajak langsung memanen sayur selada yang dibudidayakan menggunakan sistem hidroponik, yaitu metode bercocok tanam tanpa media tanah yang memanfaatkan aliran air melalui rangkaian pipa. Didampingi Kak Ahmad, narasumber dari Nara Kupu Jogja, siswa mempelajari cara mengenali selada yang siap panen, teknik mencabut tanaman beserta akarnya dari lubang tanam pada pipa tanpa merusak sistem instalasi, hingga cara mengumpulkan hasil panen dengan benar. Salah satu hal menarik yang disampaikan Kak Ahmad kepada siswa adalah bagaimana faktor cuaca turut memengaruhi pertumbuhan tanaman hidroponik, sehingga pemantauan lingkungan tumbuh menjadi bagian penting dalam sistem budidaya ini. Siswa juga berperan sebagai young journalist yang mengamati proses, mengajukan pertanyaan kepada narasumber, dan menggali fakta seputar sistem hidroponik untuk dituangkan dalam proyek EduTrip Magazine kelompok masing-masing.
Melalui kegiatan panen sayur hidroponik ini, siswa memperoleh pemahaman langsung mengenai metode pertanian modern yang hemat lahan dan air, sekaligus membangun kesadaran akan pentingnya inovasi pangan berkelanjutan di tengah keterbatasan lahan pertanian konvensional dan tantangan perubahan cuaca. Pengetahuan bahwa cuaca dapat memengaruhi hasil panen juga membuka wawasan siswa tentang pentingnya adaptasi teknologi pertanian terhadap kondisi lingkungan yang dinamis. Pengalaman ini memperkaya wawasan siswa lintas bidang, mulai dari biologi, teknologi pertanian, hingga keberlanjutan lingkungan, sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi sebagaimana menjadi bagian dari tujuan kegiatan EduTrip. Bagi mahasiswa PK, kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam merancang pembelajaran kontekstual di luar kelas yang relevan dengan isu ketahanan pangan global.
Kegiatan EduTrip #1 diharapkan dapat menjadi model pembelajaran kokurikuler berkelanjutan yang terus dikembangkan pada tahun ajaran berikutnya, dengan variasi tema dan lokasi yang tetap mendukung pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan, khususnya pada aspek pendidikan berkualitas dan ketahanan pangan. Melalui kegiatan semacam ini, siswa diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan dan siap berkontribusi pada isu keberlanjutan di masa depan.
Panen Selada Hidroponik: EduTrip SMA Labschool UNY Ajak Siswa Belajar Pertanian Berkelanjutan
Berita Lain
Post date: