Mahasiswa Program Doktor Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Laily Rochmawati Listiyani, mengembangkan Model Pembelajaran Inkuiri-EtnoSTEM sebagai inovasi pembelajaran yang bertujuan meningkatkan literasi sains dan kemampuan berpikir kreatif mahasiswa Pendidikan IPA. Laily dinyatakan lulus Program Doktor Prodi Pendidikan IPA FMIPA UNY setelah berhasil mempertahankan hasil penelitiannya dihadapan para penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si. (Ketua/Penguji), Prof. Dr. Antuni Wiyarsi, M.Sc. (Sekretaris/Penguji), Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si., (Penguji I), Prof. Dr. Paidi, M.Si. (Penguji II), Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd. (Promotor), dan Prof. Dr. Slamet Suyanto, M.Ed. Kopromotor/Penguji). Sidang Promosi dilaksanakan Kamis, 25 Juni 2026 di Ballroom Gedung Magister dan Doktor FMIPA UNY.
Menurut Laily, model ini lahir dari kebutuhan pembelajaran abad ke-21 yang tidak hanya berorientasi pada penguasaan konsep, tetapi juga mendorong mahasiswa mampu memecahkan masalah secara kreatif melalui pengalaman belajar yang kontekstual.
“Pengembangan model didasarkan pada kenyataan bahwa kemampuan literasi sains mahasiswa Indonesia masih perlu ditingkatkan. Selain itu, pembelajaran berbasis inkuiri, etnosains, maupun STEM yang telah diterapkan secara terpisah masih memiliki keterbatasan dalam menghubungkan konsep ilmiah dengan kehidupan nyata dan budaya lokal. Oleh karena itu, penelitian ini mengintegrasikan ketiga pendekatan tersebut dalam satu model pembelajaran yang memanfaatkan budaya lokal sebagai sumber belajar, salah satunya melalui kajian jamu tradisional”, lanjutnya.
Model Inkuiri-EtnoSTEM dikembangkan melalui lima tahapan utama, yaitu EthnoSTEM Orientation, Contextualization, Investigation, Construction, dan Conclusion. Melalui tahapan tersebut, mahasiswa diajak mengidentifikasi fenomena budaya, merumuskan masalah, melakukan investigasi ilmiah, mengintegrasikan konsep Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), hingga menghasilkan solusi inovatif berbasis budaya lokal. Pendekatan ini memungkinkan mahasiswa membangun pengetahuan melalui penyelidikan terbuka sekaligus mengembangkan kemampuan berpikir tingkat tinggi.
Penelitian menggunakan model pengembangan Plomp yang meliputi tahap investigasi awal, desain, konstruksi, uji coba dan revisi, hingga implementasi. Produk yang dihasilkan tidak hanya berupa buku model, tetapi juga perangkat pembelajaran lengkap, seperti Rencana Pembelajaran Semester (RPS), Satuan Acara Perkuliahan (SAP), Lembar Kerja Mahasiswa (LKM), modul perkuliahan, serta instrumen penilaian literasi sains dan kemampuan berpikir kreatif.
Laily menerangkan, hasil penelitian menunjukkan bahwa Model Inkuiri-EtnoSTEM memenuhi kriteria valid, praktis, dan efektif. Model ini memperoleh respons positif dari dosen dan mahasiswa karena mudah diterapkan, relevan dengan konteks budaya lokal, serta mampu menciptakan pembelajaran yang aktif, kolaboratif, dan bermakna. Penerapannya juga terbukti meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi isu ilmiah, menjelaskan fenomena berdasarkan bukti, menginterpretasikan data, serta menghasilkan ide-ide kreatif yang orisinal dan aplikatif. Selain memperkuat kompetensi akademik, model ini turut menumbuhkan apresiasi terhadap budaya lokal, sikap ilmiah, kemampuan komunikasi, kolaborasi, dan kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan, sehingga berpotensi menjadi alternatif pembelajaran inovatif bagi pendidikan IPA di perguruan tinggi. (witono)