Dalam upaya mendukung terciptanya pembelajaran yang berkualitas, inovatif, dan relevan dengan kehidupan siswa, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) 2026 di SMA Negeri 1 Seyegan melaksanakan pembelajaran fisika berbasis e-modul interaktif pada 1-9 September 2026. Kegiatan yang dilaksanakan bersama siswa kelas XI F1 tersebut mengintegrasikan model Proyek Kolaboratif Bermuatan Gastronomi Gudeg (PKBG) dengan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Zani Fajrotul Ummah dengan pendampingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. St. Nurbaya, M.Si., M.Hum., serta bimbingan guru pamong, Marjono, S.Pd. Pembelajaran tersebut menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa PK UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4, yaitu Pendidikan Bermutu, melalui penerapan pembelajaran yang mendorong kemampuan berpikir kritis siswa.
Pembelajaran dirancang dengan memanfaatkan e-modul interaktif sebagai media belajar digital yang memuat materi, ilustrasi, video, aktivitas penyelidikan, dan permasalahan kontekstual. Materi yang dipelajari berfokus pada konsep torsi dan keseimbangan benda tegar yang dikaitkan dengan aktivitas dalam gastronomi gudeg. Melalui model PKBG, siswa tidak hanya mempelajari konsep fisika secara teoritis, tetapi juga melakukan proyek secara kolaboratif. Siswa mengeksplorasi hubungan panjang pengaduk, posisi tangan, gaya, dan sudut terhadap kemudahan mengaduk serta besar torsi. Sementara itu, pada materi keseimbangan benda tegar, siswa mengaitkan konsep keseimbangan dengan pembuatan tungku yang stabil untuk mendukung proses pengolahan gudeg. Siswa menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi kestabilan tungku, seperti posisi titik berat, luas bidang tumpu, dan distribusi beban, kemudian menerapkan konsep tersebut dalam rancangan sederhana secara berkelompok. Pendekatan STEM diterapkan melalui proses pengamatan, perancangan kegiatan, pengumpulan dan pengolahan data, analisis hubungan antarvariabel, hingga penyampaian hasil. Selama kegiatan berlangsung, mahasiswa memberikan pendampingan agar proses pembelajaran berjalan sesuai tujuan dan siswa dapat membangun pemahaman berdasarkan hasil pengamatan serta bukti yang diperoleh.
Penerapan pembelajaran tersebut memberikan pengalaman belajar yang lebih aktif dan kontekstual bagi siswa kelas XI F1. Siswa memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis melalui kegiatan menginterpretasikan informasi, menganalisis data, mengevaluasi hasil, dan menarik kesimpulan. Penggunaan gastronomi gudeg sebagai konteks pembelajaran juga membantu siswa melihat bahwa konsep fisika dapat ditemukan dalam aktivitas sehari-hari sekaligus memperkenalkan keterkaitan antara pembelajaran sains dan budaya lokal. Kegiatan ini memberikan kontribusi terhadap SDG 4 melalui penerapan pembelajaran yang inovatif, kontekstual, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi siswa.
Melalui kegiatan yang dilaksanakan oleh Zani Fajrotul Ummah tersebut, penggunaan e-modul interaktif dengan model PKBG dan pendekatan STEM diharapkan tidak berhenti sebagai inovasi selama pelaksanaan PK, tetapi dapat menjadi inspirasi dalam pengembangan pembelajaran fisika di SMA Negeri 1 Seyegan. Integrasi konteks gastronomi gudeg juga diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai alternatif pembelajaran yang menghubungkan konsep sains dengan kehidupan dan budaya lokal. Kegiatan PK dapat memberikan kontribusi berkelanjutan terhadap peningkatan kualitas pembelajaran serta penguatan kemampuan berpikir kritis siswa sebagai bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu sesuai dengan SDG 4.