ahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) di SMA Negeri 1 Kota Mungkid, melaksanakan workshop pelatihan media dan literasi digital sebagai salah satu program kerja yang memberikan pengalaman kepada peserta didik dalam memahami dan memanfaatkan media digital secara lebih bijak dan produktif. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memberikan materi mengenai content creator dan pengiklanan serta fotografi dan videografi. Pelaksanaan kegiatan menjadi salah satu upaya untuk membekali generasi muda dalam menghadapi derasnya arus informasi di lingkungan digital.
Perkembangan teknologi informasi memberikan kemudahan bagi generasi muda untuk memperoleh dan menyebarkan informasi. Namun, kemudahan tersebut juga diikuti dengan munculnya berbagai tantangan, salah satunya adalah banjir informasi yang membuat pengguna perlu memiliki kemampuan untuk memilah informasi yang diterima. Informasi yang beredar di media digital tidak selalu memiliki tingkat kebenaran yang sama, sehingga kemampuan untuk bersikap kritis terhadap sumber dan isi informasi menjadi bagian penting dari literasi digital.
Melalui workshop tersebut, peserta didik memperoleh pemahaman bahwa media digital tidak hanya menjadi sarana untuk memperoleh informasi, tetapi juga menjadi ruang untuk menghasilkan dan menyebarkan informasi. Materi pertama mengenai content creator dan pengiklanan memperkenalkan peserta didik pada proses pembuatan konten serta bagaimana suatu pesan dikemas dan disampaikan kepada audiens. Pembahasan tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya memperhatikan isi dan tujuan informasi sebelum suatu konten dipublikasikan. Materi selanjutnya mengenai fotografi dan videografi disampaikan oleh alumni SMA Negeri 1 Kota Mungkid. Peserta didik memperoleh pengenalan mengenai teknik dasar menghasilkan karya visual sekaligus mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkannya secara langsung. Kegiatan praktik tersebut memberikan pengalaman bahwa proses menghasilkan konten digital membutuhkan lebih dari sekadar kemampuan menggunakan perangkat.
Penguatan literasi digital menjadi semakin penting ketika generasi muda berhadapan dengan berbagai informasi yang muncul secara cepat melalui media sosial dan platform digital lainnya. Kemampuan untuk tidak langsung mempercayai informasi, memeriksa sumber, memahami konteks, serta mempertimbangkan sebelum membagikan informasi merupakan bagian dari perilaku digital yang perlu dikembangkan. Sikap tersebut diperlukan untuk mengurangi resiko penyebaran informasi yang tidak benar atau menyesatkan di lingkungan digital. Kegiatan workshop ini memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan sekaligus membangun kesadaran dalam menggunakan media. Peserta didik tidak hanya diarahkan untuk mampu membuat foto, video, maupun konten digital, tetapi juga memahami bahwa setiap informasi yang diproduksi dan disebarkan memiliki dampak terhadap audiens.
Pelaksanaan kegiatan tersebut berkontribusi terhadap SDG 4 – Quality Education (Pendidikan Berkualitas) melalui pemberian pengalaman belajar yang relevan dengan perkembangan teknologi. Workshop memperluas pengalaman peserta didik melalui pembelajaran mengenai literasi digital, content creation, pengiklanan, fotografi, dan videografi. Kegiatan praktik juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengembangkan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam lingkungan pembelajaran. Selain itu, kegiatan ini mendukung SDG 16 – Peace, Justice and Strong Institutions (Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh) melalui penguatan kesadaran dalam menggunakan dan menyebarkan informasi secara bertanggung jawab. Kemampuan memilah informasi, mempertimbangkan kebenaran suatu informasi, serta memahami dampak sebelum menyebarkan konten merupakan bagian penting dalam menciptakan lingkungan digital yang lebih aman dan bertanggung jawab.
Melalui workshop pelatihan media dan literasi digital ini, mahasiswa PK UNY bersama SMA Negeri 1 Kota Mungkid berupaya memberikan bekal kepada peserta didik agar mampu menghadapi derasnya arus informasi di era digital. Peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media yang aktif, tetapi juga mampu menghasilkan informasi dan konten secara kreatif, kritis, serta bertanggung jawab. Literasi digital dapat menjadi bekal bagi generasi muda untuk memanfaatkan perkembangan teknologi secara positif sekaligus berkontribusi dalam menciptakan ruang informasi yang lebih berkualitas. (Zakiya Azzahra)
GENERASI MUDA DI TENGAH BANJIR INFORMASI: MENGAPA LITERASI DIGITAL SEMAKIN PENTING?
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date:
Post date: