Pada Selasa, 11 Agustus 2026, mahasiswa Praktik Kependidikan melaksanakan kegiatan pembelajaran fisika untuk peserta didik kelas X di SMAN 1 Ngaglik. Kegiatan dilaksanakan di kelas X B dan X C dengan jumlah peserta didik sebanyak 36 orang. Berfokus pada empat materi dasar yang menjadi pijakan awal dalam mempelajari fisika, yaitu hakikat ilmu fisika, metode ilmiah, keselamatan kerja di laboratorium, dan peran fisika dalam kehidupan sehari-hari. Melalui rangkaian materi tersebut, peserta didik diajak untuk tidak sekadar menghafal konsep, tetapi juga memahami bagaimana cara berpikir ilmiah dibangun dan bagaimana fisika hadir dalam berbagai aspek kehidupan. Kegiatan ini sejalan dengan semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan SDG 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab, karena keduanya menempatkan pembelajaran sains sebagai sarana membentuk generasi yang berpikir kritis sekaligus bijak dalam memanfaatkan sumber daya.
Tujuan dari kegiatan pembelajaran ini cukup sederhana namun mendasar: peserta didik diharapkan mampu menyatakan makna fisika dengan bahasa mereka sendiri, menjelaskan konsep hakikat fisika, menyajikan tahapan metode ilmiah, menyebutkan prinsip dan prosedur keselamatan kerja di laboratorium, serta menganalisis keterkaitan fisika dengan kehidupan sehari-hari. Proses pembelajaran dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di kelas yang diselingi diskusi, sehingga peserta didik tidak hanya menerima materi secara satu arah tetapi juga terlibat aktif dalam membangun pemahamannya sendiri. Ketika membahas metode ilmiah, peserta didik diajak berpikir tentang bagaimana suatu pengetahuan diperoleh melalui observasi, hipotesis, dan pengujian, sebuah pola pikir yang relevan dengan SDG 4 karena mendorong kualitas belajar yang tidak sekadar hafalan. Sementara itu, pembahasan mengenai keselamatan kerja di laboratorium dan peran fisika dalam kehidupan membuka ruang bagi peserta didik untuk memahami bahwa ilmu ini berkaitan erat dengan cara manusia menggunakan energi dan sumber daya secara aman serta bertanggung jawab, sejalan dengan semangat SDG 12.
Setelah mengikuti rangkaian pembelajaran ini, peserta didik menunjukkan pemahaman yang lebih baik mengenai apa sebenarnya makna fisika dan mengapa ilmu ini disebut sebagai ilmu dasar bagi banyak bidang lain. Mereka juga mulai terbiasa menjelaskan hakikat fisika bukan sekadar sebagai kumpulan rumus, melainkan sebagai cara memahami gejala alam di sekitar mereka. Dalam hal metode ilmiah, peserta didik mampu menyajikan tahapan-tahapannya secara runtut, mulai dari merumuskan pertanyaan hingga menarik kesimpulan, yang menunjukkan bahwa pola berpikir ilmiah mulai tertanam dalam cara mereka memandang persoalan. Pemahaman tentang prinsip dan prosedur keselamatan kerja di laboratorium turut membekali peserta didik dengan kesadaran akan pentingnya kehati-hatian dan tanggung jawab saat bekerja dengan alat maupun bahan, sebuah sikap yang juga bermanfaat di luar konteks laboratorium. Yang tidak kalah penting, peserta didik mulai mampu menganalisis peran dan fungsi fisika dalam kehidupan sehari-hari, misalnya bagaimana konsep-konsep fisika berkaitan dengan penggunaan energi, teknologi, dan berbagai aktivitas yang mereka jalani setiap hari. Dari sini terlihat bahwa pembelajaran fisika tidak berhenti pada pemahaman teori, tetapi turut membentuk cara pandang peserta didik dalam melihat hubungan antara sains dan kehidupan nyata.
Harapannya, pembelajaran fisika di SMAN 1 Ngaglik dapat terus dikembangkan sebagai sarana bagi peserta didik untuk menerapkan konsep-konsep fisika dalam kehidupan sehari-hari, bukan sekadar materi yang dipelajari untuk ujian. Pemahaman tentang hakikat fisika, metode ilmiah, keselamatan kerja, dan peran fisika dalam kehidupan diharapkan dapat menjadi bekal bagi peserta didik untuk terbiasa berpikir kritis, menggunakan sumber daya secara bijak, menentukan prioritas, serta mengambil keputusan yang bertanggung jawab dalam berbagai situasi. Dengan begitu, pembelajaran fisika tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan sebagaimana diamanatkan dalam SDG 4, tetapi juga menumbuhkan kebiasaan hidup yang lebih bertanggung jawab terhadap penggunaan sumber daya, sejalan dengan tujuan SDG 12.
Dari Laboratorium ke Kehidupan: Pembelajaran Fisika Kelas X SMAN 1 Ngaglik yang Mendukung SDGs
Berita Lain
Post date: