Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta Presnia Anggita P.Y, PK bersama guru pengampu, Eliana Trisnaning., S.Si., melaksanakan kegiatan pembelajaran Biologi melalui praktikum difusi dan osmosis pada materi Transpor Membran di MAN 4 Bantul pada Senin, 10/8/26. Kegiatan ini menyasar siswa kelas XI dan dirancang sebagai bentuk pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan penjelasan teori di kelas, tetapi juga melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan pengamatan. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran aktif yang berkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 4, yaitu Pendidikan Berkualitas, khususnya dalam upaya menghadirkan proses belajar yang relevan, bermakna, dan berorientasi pada pengalaman nyata siswa.
Kegiatan ini bertujuan membantu siswa memahami konsep transpor membran secara konkret melalui pengalaman praktikum, bukan sekadar melalui penjelasan di papan tulis. Pada praktikum difusi, siswa mengamati proses penyebaran kopi, sirup, teh, pewarna makanan, dan kecap dalam air pada tiga kondisi suhu yang berbeda, yaitu suhu dingin, suhu normal atau suhu ruang, dan suhu panas, kemudian membandingkan bagaimana pola penyebaran masing-masing bahan pada setiap kondisi tersebut. Sementara itu, pada praktikum osmosis, siswa mengamati perubahan yang terjadi pada kentang, wortel, terung ungu, timun, dan apel setelah bahan-bahan tersebut diberi perlakuan menggunakan larutan garam dengan konsentrasi yang berbeda-beda, lalu membandingkan hasil pengamatan antar kondisi larutan.
“Melalui rangkaian pengamatan tersebut, siswa memperoleh kesempatan untuk mencatat hasil percobaan, membandingkan kondisi yang berbeda, serta menghubungkan temuan di lapangan dengan konsep difusi dan osmosis yang telah dipelajari di kelas. Siswa juga dilatih untuk menganalisis fenomena yang diamati dan menarik kesimpulan berdasarkan data hasil pengamatan mereka sendiri, bukan sekadar menghafal definisi. Proses ini memberikan pengalaman belajar yang lebih konkret dibandingkan hanya mempelajari teori, sekaligus mendorong keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan sains secara langsung”, katanya.
Menurut Presnia, kegiatan semacam ini turut mendukung pengembangan keterampilan proses sains, kemampuan observasi, kemampuan menganalisis, serta kemampuan berpikir kritis dan literasi sains siswa. Dari sisi pembelajaran, praktikum ini menghadirkan model pembelajaran aktif dan kontekstual yang memberikan ruang bagi siswa untuk belajar melalui pengalaman langsung, sejalan dengan upaya mewujudkan pendidikan berkualitas sebagaimana diamanatkan dalam SDGs 4. Meskipun belum terdapat data kuantitatif yang mengukur peningkatan hasil belajar secara khusus, kegiatan ini menunjukkan bagaimana metode praktikum dapat menjadi sarana yang efektif untuk menghubungkan konsep abstrak dengan kejadian nyata yang dapat diamati siswa secara langsung.
Presnia menjelaskan, kegiatan praktikum difusi dan osmosis ini diharapkan dapat menjadi salah satu langkah untuk membiasakan siswa belajar melalui pengalaman langsung, tidak hanya melalui penjelasan di kelas. Harapannya, siswa semakin terdorong untuk aktif bertanya, mengamati, dan mencoba memahami fenomena sains di sekitar mereka, alih-alih hanya menerima informasi secara pasif. Ke depan, kegiatan pembelajaran berbasis praktikum semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan pada materi-materi Biologi lainnya, sehingga siswa semakin terbiasa mengamati, menganalisis, dan menyimpulkan fenomena sains secara mandiri sebagai bagian dari proses belajar yang berkelanjutan. Upaya ini sejalan dengan semangat mewujudkan pembelajaran yang aktif dan bermakna, sekaligus menjadi kontribusi nyata dari kegiatan Praktik Kependidikan dalam mendukung pendidikan berkualitas di MAN 4 Bantul. (nia)