Sleman, 16 September 2026 — Kegiatan pembelajaran matematika dengan model Problem Based Learning (PBL) secara berkelompok dilaksanakan di kelas VII SMP Negeri 2 Sleman oleh mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas pada jam pelajaran matematika dan diikuti oleh seluruh murid kelas VII D yang tengah mempelajari materi bilangan rasional. Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk kontribusi nyata terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4, yaitu Pendidikan Berkualitas (Quality Education), khususnya dalam mewujudkan proses pembelajaran yang bermakna, kolaboratif, dan berpusat pada murid.
Tujuan kegiatan ini adalah melatih murid memecahkan masalah kontekstual yang melibatkan bilangan rasional secara berkelompok sekaligus mengasah kemampuan literasi numerasi murid. Proses pembelajaran diawali dengan pembagian murid ke dalam beberapa kelompok kecil, kemudian setiap kelompok memperoleh Lembar Kerja Murid (LKM) yang memuat permasalahan kontekstual bilangan rasional dalam bentuk narasi cerita. Narasi yang digunakan terinspirasi dari bagian cerita mengenai pembagian warisan dalam novel Tentang Kamu karya Tere Liye. Cerita tersebut kemudian dikembangkan secara mandiri dengan menyesuaikan angka, situasi, dan permasalahan yang disajikan agar relevan dengan materi bilangan rasional serta tujuan pembelajaran. Melalui penyajian permasalahan dalam bentuk narasi, murid dituntut untuk membaca dan memahami alur cerita terlebih dahulu sebelum menerjemahkannya ke dalam bentuk operasi matematis, sehingga kegiatan ini sekaligus melatih kemampuan membaca pemahaman dan numerasi secara beriringan. Selama diskusi kelompok berlangsung, murid saling bertukar pendapat, membagi tugas, dan bersama-sama merumuskan penyelesaian soal, sementara mahasiswa PK berperan sebagai fasilitator yang membimbing jalannya diskusi dan memastikan setiap anggota kelompok terlibat aktif.
Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya keterlibatan aktif murid dalam proses pembelajaran serta tumbuhnya kebiasaan membaca teks matematis secara cermat sebelum menyelesaikan soal. Pendekatan kolaboratif dalam kelompok juga melatih keterampilan komunikasi, kerja sama, dan tanggung jawab bersama dalam menyelesaikan tugas. Bagi murid, kegiatan ini bermanfaat dalam memperkuat pemahaman konsep bilangan rasional secara kontekstual dan tidak sekadar prosedural, sedangkan bagi sekolah, kegiatan ini turut mendukung terciptanya lingkungan belajar yang aktif dan bermakna, sejalan dengan tujuan SDGs ke-4 dalam menjamin pendidikan yang berkualitas bagi seluruh murid.
Melalui kegiatan pembelajaran berbasis Problem Based Learning berkelompok dengan LKM bernuansa narasi ini, diharapkan murid semakin terbiasa membaca dan memahami permasalahan matematis secara kontekstual, tidak hanya mahir dalam berhitung. Kegiatan semacam ini diharapkan dapat terus dikembangkan dan diterapkan secara berkelanjutan pada materi-materi matematika lainnya guna mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas bagi seluruh murid. (Huwaida Nisa Awanis)