Siswa kelas X SMA Negeri 1 Prambanan melaksanakan kegiatan pemanfaatan galon bekas menjadi pot tanaman obat keluarga (TOGA) pada Senin, 10 Agustus 2026 di lingkungan SMA Negeri 1 Prambanan. Kegiatan ini merupakan bagian dari pembelajaran Biologi pada materi Keanekaragaman Hayati yang dilaksanakan bersama mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Pendidikan Biologi FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta. Sebagai sekolah Adiwiyata, kegiatan tersebut turut mendukung upaya penanaman kepedulian terhadap lingkungan sekaligus memiliki keterkaitan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Kegiatan bertujuan mengajak siswa memahami keanekaragaman tumbuhan melalui pengalaman langsung sekaligus memanfaatkan kembali barang bekas yang masih dapat digunakan. Dalam pelaksanaannya, siswa bekerja secara berkelompok untuk mengubah galon bekas menjadi wadah tanaman. Galon yang sudah tidak digunakan dihias dan dikreasikan sesuai kreativitas masing-masing kelompok, kemudian digunakan untuk menanam tanaman TOGA. Siswa juga mengenali tanaman yang ditanam serta manfaatnya dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini melibatkan siswa kelas X dan mahasiswa Praktik Kependidikan sebagai pendamping dalam proses pembelajaran. “Melalui kegiatan ini, saya ingin mengajak siswa melihat bahwa pembelajaran keanekaragaman hayati tidak hanya dilakukan melalui teori, tetapi juga dapat diterapkan melalui kegiatan sederhana yang bermanfaat bagi lingkungan. Pemanfaatan galon bekas menjadi pot TOGA diharapkan dapat menumbuhkan kreativitas sekaligus kepedulian siswa terhadap lingkungan,” ujar Lutfiana Nur Aini, mahasiswa Pendidikan Biologi FMIPA UNY.
Kegiatan tersebut menghasilkan berbagai pot TOGA dengan bentuk dan hiasan yang beragam sesuai kreativitas siswa. Selain menghasilkan produk yang dapat dimanfaatkan di lingkungan sekolah, kegiatan memberikan pengalaman kepada siswa untuk menerapkan konsep keanekaragaman hayati secara kontekstual. Pemanfaatan galon bekas juga menjadi bentuk reuse yang sejalan dengan SDG 12. Penanaman tanaman turut mendukung SDG 15 tentang Ekosistem Daratan, sedangkan proses pembelajaran berbasis aktivitas mendukung SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas. Bagi sekolah, kegiatan ini turut memperkuat budaya peduli lingkungan yang sejalan dengan karakter Adiwiyata.
Melalui kegiatan tersebut, siswa diharapkan semakin memahami pentingnya keanekaragaman hayati sekaligus memiliki kepedulian untuk menjaga lingkungan melalui tindakan sederhana. Pemanfaatan barang bekas dan penanaman TOGA diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan berkelanjutan di lingkungan sekolah.