Pembelajaran Biologi materi Katabolisme dilaksanakan oleh Cesar Nurlita Falah, mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta pada Kamis 27/8/26 di kelas XII IPA SMA GAMA Yogyakarta dalam rangka Praktik Kependidikan Universitas Negeri Yogyakarta. Kegiatan pembelajaran menggunakan model Project Based Learning (PjBL) dengan proyek pembuatan yogurt sebagai implementasi konsep respirasi anaerob oleh mikroorganisme. Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) yaitu Mengakhiri Kelaparan, Mencapai Ketahanan Pangan, Perbaikan Gizi, dan Mendukung Pertanian Berkelanjutan, khususnya pada upaya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pangan bergizi yang bermanfaat bagi kesehatan.
Cesar Nurlita mengatakan, pembelajaran ini bertujuan membantu murid memahami proses katabolisme, khususnya respirasi aerob dan anaerob, melalui pengalaman belajar yang kontekstual dan aplikatif. Kegiatan diawali dengan diskusi mengenai konsep katabolisme sebagai proses pemecahan senyawa kompleks menjadi senyawa yang lebih sederhana untuk menghasilkan energi. Murid kemudian mempelajari perbedaan respirasi aerob dan anaerob, termasuk peran mikroorganisme dalam proses fermentasi.
Proses pembelajaran didukung dengan penggunaan Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) yang berisi panduan kegiatan, pertanyaan analisis, dan lembar pengamatan selama praktik pembuatan yogurt. Melalui LKPD, murid mengidentifikasi tahapan fermentasi, menganalisis perbedaan respirasi aerob dan anaerob, serta menghubungkan proses fermentasi dengan konsep katabolisme yang telah dipelajari. Penggunaan LKPD membantu murid lebih terarah dalam mengumpulkan data, berdiskusi, dan menyusun kesimpulan berdasarkan hasil praktik.
“Sebagai bentuk penerapan konsep, murid melaksanakan proyek pembuatan yogurt menggunakan susu dan bakteri asam laktat. Dalam kegiatan ini, murid bekerja secara berkelompok untuk mengamati tahapan fermentasi yang terjadi selama proses pembuatan yogurt. Murid mengidentifikasi bagaimana bakteri melakukan respirasi anaerob dengan mengubah laktosa menjadi asam laktat sehingga menghasilkan tekstur dan rasa khas yogurt. Selain itu, murid juga mendiskusikan manfaat yogurt sebagai salah satu produk pangan fermentasi yang kaya nutrisi dan baik bagi kesehatan pencernaan”, jelasnya.
Melalui model Project Based Learning (PjBL), murid tidak hanya mempelajari konsep katabolisme secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan konsep biologi pada kehidupan sehari-hari. Kegiatan proyek mendorong murid untuk bekerja sama, berpikir kritis, memecahkan masalah, serta mengomunikasikan hasil pengamatan dan kesimpulan yang diperoleh selama proses pembuatan yogurt.
Menurut Cesar Nurlita Falah, pembelajaran berbasis proyek memberikan kesempatan kepada murid untuk memahami konsep biologi secara lebih bermakna. “Melalui proyek pembuatan yogurt, murid dapat melihat secara langsung penerapan respirasi anaerob dalam kehidupan sehari-hari. Pembelajaran menjadi lebih menarik karena murid tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga melakukan praktik yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam pemanfaatan pangan fermentasi yang bergizi dan bermanfaat bagi kesehatan,” ungkap Cesar Nurlita Falah.
“Kegiatan ini memberikan manfaat dalam meningkatkan pemahaman murid mengenai proses metabolisme serta pentingnya mengonsumsi pangan bergizi untuk menjaga kesehatan tubuh. Selain itu, pembelajaran juga menumbuhkan kesadaran bahwa ilmu biologi memiliki peran penting dalam pengembangan produk pangan yang mendukung kualitas hidup masyarakat. Melalui kegiatan ini, diharapkan murid mampu mengaitkan konsep katabolisme dengan berbagai fenomena dalam kehidupan sehari-hari serta semakin memahami pentingnya inovasi pangan dalam mendukung terwujudnya tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs)”, pungkasnya. (lita)