Sleman – Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPKO) KSI MIST FMIPA Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) membawa program SEGARA ke forum Pemerintah Kabupaten Sleman melalui audiensi kerja sama UNY dengan Pemkab Sleman, Rabu (19/8/2026). Bertempat di Ruang Rapat Praja 2, Setda Kabupaten Sleman, tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY memaparkan perkembangan program sekaligus memperoleh tanggapan dari berbagai perangkat daerah yang hadir. Audiensi berlangsung pukul 09.00–11.45 WIB. Forum tersebut mempertemukan pihak UNY, tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY, pihak Kalirahan Sidoagung, dan unsur Pemerintah Kabupaten Sleman untuk membahas pengembangan program SEGARA di Kalurahan Sidoagung. Dalam forum tersebut, pihak pemerintah menyampaikan bahwa program SEGARA menarik dan membuka peluang kerja sama lebih lanjut dengan dinas-dinas terkait. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY memperluas jejaring program yang telah dikembangkan bersama masyarakat. Kehadiran perguruan tinggi dalam proses tersebut turut mempertemukan kapasitas mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat di tingkat kalurahan, sejalan dengan peran perguruan tinggi dalam pengabdian kepada masyarakat sebagai bagian dari Tridharma Perguruan Tinggi.
SEGARA dikembangkan sebagai ekosistem kewirausahaan berbasis potensi perikanan di Kalurahan Sidoagung. Program ini berangkat dari sejumlah persoalan yang dihadapi masyarakat, seperti ketergantungan pemasaran terhadap pengepul dan konsumen lokal, hasil panen yang masih banyak dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi rendah, keterampilan pengelolaan pascapanen yang perlu ditingkatkan, belum terintegrasinya enam kelompok pembudidaya dalam tata kelola bersama, serta keterbatasan akses pasar. Untuk menjawab persoalan tersebut, tim mengembangkan sistem program yang terdiri atas SEGARA Madya, SEGARA Karya, SEGARA Daya, dan SEGARA Lestari. SEGARA Madya berfokus pada penguatan kelembagaan melalui integrasi kelompok pembudidaya ikan, SEGARA Karya pada inovasi dan diversifikasi produk olahan, SEGARA Daya pada digitalisasi dan perluasan pasar, sedangkan SEGARA Lestari diarahkan pada regenerasi dan keberlanjutan program.
Tim juga mengembangkan SEGARA Raya sebagai agenda perluasan pasar yang dilaksanakan secara triwulanan melalui Pasar Triwulan dan lomba memancing. Pasar Triwulan diarahkan untuk UMKM dan masyarakat pengolah ikan, sementara lomba memancing menjadi bagian dari upaya memperluas interaksi masyarakat dengan potensi perikanan di Sidoagung. Hingga audiensi berlangsung, tim telah membentuk Gapokkan SEGARA Agung yang menghimpun sekitar enam kelompok pembudidaya ikan sebagai wadah komunikasi dan koordinasi. Pembentukan tersebut disahkan melalui berita acara pada 4 Juli 2026 bersama lurah dan penyuluh perikanan. Tim juga melakukan pendampingan legalitas kelompok Mina Sentul Makmur. Pada SEGARA Karya, tim telah mengembangkan berbagai produk olahan, seperti dimsum ikan lele, galantin ikan nila, kerupuk ikan bawal, ikan marinasi, dan kecap ikan bawal.
Sementara itu, SEGARA Daya dikembangkan melalui aplikasi yang memiliki fitur smart allocation, pengelolaan administrasi dan kemitraan, monitoring pesanan hingga distribusi, pre-order, serta katalog produk olahan ikan. Pemaparan SEGARA kemudian mendapat tanggapan dari berbagai perangkat daerah. Respons tersebut tidak hanya berupa dukungan, tetapi juga masukan teknis dan arahan yang dapat menjadi bahan pengembangan program. Dinas Komunikasi dan Informatika menyampaikan bahwa pihaknya telah berkomunikasi dengan tim dalam pengembangan aplikasi SEGARA. Aplikasi telah melalui verifikasi dan berada pada tahap uji coba serta perbaikan keamanan sebelum dapat diluncurkan kepada publik. Dinas Kominfo juga membuka peluang membantu publikasi serta membahas integrasi dengan sistem yang dikembangkan perangkat daerah lain. Dalam pembahasan tersebut turut muncul peluang pengintegrasian SEGARA dengan sistem dari Dinas Pertanian dan Dinas Koperasi serta pengembangan kanal pemasaran melalui Sleman Mart.
Dari sisi kesehatan, Dinas Kesehatan memberikan perhatian pada pemantauan dan standardisasi produk. Sosialisasi telah dilaksanakan, sementara untuk pengembangan selanjutnya dibahas pemenuhan PIRT bagi penjamah makanan, sertifikat laik higiene, serta perbedaan standardisasi berdasarkan skala usaha, termasuk ketentuan BPOM untuk skala pabrik. Dinas Koperasi dan UMKM membahas peluang pemasaran melalui Sleman Mart yang sedang dikembangkan. Produk UMKM dari SEGARA berpeluang masuk ke dalam kanal tersebut dengan tetap memenuhi kelengkapan izin edar dan perizinan yang dipersyaratkan. Dinas tersebut juga menyampaikan pembahasan mengenai katalog produk UMKM serta tindak lanjut pemasaran.
Sementara itu, BLK Sleman menjelaskan peluang pelatihan bagi masyarakat yang ingin bekerja maupun berusaha. Pelatihan sales marketing dapat mencakup proses pembuatan hingga pemasaran dan penjualan, dengan kapasitas 16 peserta untuk satu instruktur. BLK juga menyebut adanya peluang uji kompetensi BNSP serta kebutuhan penganggaran untuk keberlanjutan pelatihan pada 2026–2028. Dinas Perindustrian turut menyampaikan sejumlah peluang dukungan, antara lain penyediaan doorprize, penyebaran informasi, serta optimalisasi produk kecap dan kerupuk. Dinas tersebut juga membuka peluang pendampingan melalui Rumah Kreatif Sleman, khususnya untuk digital marketing, mentor, desain kemasan, serta pelatihan teknis sertifikasi keamanan produk dan HACCP. Dinas Perpustakaan dan Kearsipan menyatakan kesiapan menerima buku-buku sebagai luaran program. Dalam pembahasan juga terdapat masukan mengenai penggunaan diksi yang perlu diperjelas antara fungsi perpustakaan dan kearsipan.
Dinas Sosial membuka ruang koordinasi terkait penyediaan tenda melalui Tagana. Untuk pengembangan 2027, program juga disebut berpeluang masuk melalui program PUPM dengan fasilitasi dalam enam bulan berikutnya. Pada aspek infrastruktur, Dinas PUPKP memberikan masukan mengenai kondisi kolam di Sleman yang banyak merupakan perubahan fungsi dari sawah menjadi kolam serta perlunya mempertimbangkan hubungan antara tanaman pangan dan perikanan dalam satu sistem. Dinas tersebut juga menyampaikan bahwa di Sidoagung terdapat tiga bendungan yang mengalir di wilayah kalurahan. Dinas Pertanahan dan Tata Ruang mengingatkan pentingnya memperhatikan kesesuaian tata ruang sebelum masuk pada proses perizinan tanah di kalurahan, termasuk mempertimbangkan luas tanah di Sidoagung. Pada sisi kepemudaan, Dinas Pemuda dan Olahraga membuka peluang memberikan fasilitas instruktur senam serta sosialisasi digitalisasi pemasaran produk bagi pemuda pada masa pengembangan 2027. Dinas tersebut juga menekankan pentingnya menyiapkan sosok yang dapat melanjutkan program setelah tim pelaksana tidak lagi terlibat secara langsung.
Dinas Lingkungan Hidup menyampaikan kesiapan mendukung pengelolaan sanitasi limbah kolam dan sanitasi kolam. Dukungan disebut dapat dilakukan sejak tahap rintisan, pengembangan, hingga keberlanjutan, termasuk melalui budidaya maggot, program sosialisasi, dan pengelolaan limbah cair. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil menyatakan kesiapan membantu verifikasi NIK. Salah satu respons yang cukup strategis datang dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kalurahan Kabupaten Sleman. Dinas tersebut menilai SEGARA sebagai kegiatan yang kreatif dan melihat peluang program tersebut menjadi salah satu unit usaha BUMKal. Melalui unit usaha BUMKal, SEGARA dinilai berpeluang memperoleh akses pembiayaan, menambah keberagaman unit usaha kalurahan, dan membantu peningkatan pendapatan asli kalurahan. Dinas tersebut juga mengingatkan pentingnya memikirkan proses serah terima legalitas agar tidak menimbulkan persoalan hak kekayaan intelektual di kemudian hari.
Dinas Perhubungan menyatakan kesiapan mendukung keberlanjutan program. Untuk pemasangan rambu dalam pengembangan program, dinas tersebut menyampaikan agar surat terkait segera disampaikan. Dinas Penanaman Modal membuka fasilitas pelayanan dan konsultasi mengenai perizinan pelaku usaha berbasis risiko serta ruang bagi UMKM hasil binaan SEGARA maupun UMKM lainnya. Dinas Pariwisata membuka peluang promosi melalui flyer, pamflet, dan produk. Sementara itu, Kapanewon Godean menyampaikan dukungan terhadap program SEGARA. Respons lain datang dari Dinas DP3 yang memberikan sejumlah masukan terhadap pengembangan program. Dinas tersebut menyoroti penguatan Gapokkan, proses pengukuhan yang baru dapat dilakukan setelah enam bulan, serta peluang integrasi aplikasi SEGARA dengan sistem digital lain yang sedang dikembangkan. Selain itu, diberikan pula masukan terkait produktivitas, komoditas bawal, edukasi pakan, pengelolaan air masuk dan keluar, serta pemasaran produk olahan.
Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dalam pemaparan tim diharapkan dapat mendukung program sosial seperti ketahanan gizi keluarga dan pemberdayaan masyarakat. Untuk Dinas Kebudayaan, tim menyampaikan harapan agar potensi perikanan Sidoagung dapat dikembangkan menjadi wisata edukasi perikanan secara bertahap pada 2027 dan 2028. Rangkaian respons tersebut memperlihatkan bahwa pembahasan SEGARA dalam forum Pemkab Sleman berlangsung lintas sektor. Program yang berangkat dari persoalan pembudidaya ikan kemudian dibahas dari berbagai sisi, mulai dari digitalisasi, pemasaran, standardisasi produk, pelatihan, industri, kelembagaan kalurahan, lingkungan, kepemudaan, administrasi, perizinan, infrastruktur, tata ruang, hingga peluang pengembangan wisata.
Bagi tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY, audiensi tersebut menjadi momentum untuk membawa hasil pendampingan masyarakat ke ruang kolaborasi yang lebih luas. Berbagai tanggapan yang muncul memberikan peluang sekaligus masukan bagi tim untuk memperkuat pengembangan dan keberlanjutan SEGARA. Kehadiran perguruan tinggi dalam proses tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghubungkan kapasitas akademik dan kontribusi mahasiswa dengan kebutuhan nyata masyarakat.
Ke depan, keberlanjutan SEGARA diarahkan melalui penguatan jejaring dengan pemerintah, masyarakat, dan berbagai pihak terkait. Salah satu agenda yang telah direncanakan adalah SEGARA Raya pada 19 September 2026 melalui Pasar Triwulan dan lomba memancing. Kegiatan tersebut akan menjadi ruang untuk menampilkan dan memasarkan produk yang telah dikembangkan sekaligus memperluas interaksi masyarakat dengan potensi perikanan Sidoagung.
Audiensi ini menunjukkan bahwa SEGARA tidak berhenti sebagai rangkaian kegiatan pemberdayaan yang dilakukan mahasiswa. Dari pembentukan Gapokkan, pengembangan produk olahan, digitalisasi pemasaran, hingga perluasan pasar, program yang dirintis tim PPKO KSI MIST FMIPA UNY kini telah membuka pembahasan lintas sektor di tingkat Pemerintah Kabupaten Sleman.