Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Fakultas Teknik (FT) Universitas Negeri Yogyakarta berkolaborasi menyelenggarakan joint conference, yaitu The 11th ICRIEMS dan The 8th ICE-ELINVO. Tema Konferensi yaitu Strengthening Global Sustainability through Bridging Science, Technology, Engineering,and Mathematics in Applied and Vocational Education dan diselenggarakan di Ballroom Gedung Magister dan Doktor FMIPA UNY pada Selasa-Kamis, 2 – 4 Juni 2026. Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud dukungan terhadap penguatan pendidikan berkualitas berbasis STEM serta pengembangan kolaborasi akademik dan kemitraan internasional antar perguruan tinggi dan institusi global.
Keynote spreakers ICRIEMS yaitu Prof. Chris W Eames dari University of Waikato Hamilton New Zealand, Vishnu Juwono, Ph.D dari UI GreenMetric serta Dr. Febriandi Rahmatulloh dari Astra Digital International. Sedangkan keynote spreaker untuk ICE-ELINVO yaitu Prof. Zhihong Man dari Swinburne University of Technology Australia, Prof. Wu-Yuin Hwang dari National Dong Hwa University Taiwan, dan Prof. Ir. Drs. Herman Dwi Surjono, M.Sc., MT., Ph.D. dari Universitas Negeri Yogyakarta.
Dalam sambutan pembukaan, Wakil Rektor Bidang Akademik UNY, Prof. Nur Hidayanto Pancoro Setyo Putro, M.Pd., Ph.D., mengatakan, konferensi gabungan International Conference on Research, Implementation, and Education of Mathematics and Sciences (ICRIEMS) ke-11 dan International Conference on Electrical, Electronics, Informatics, and Vocational Education (ICE-ELINVO) ke-8 ini bertujuan untuk membuktikan bahwa inovasi tidak harus mengorbankan planet kita. Mulai dari inovasi cerdas di bidang robotika, informatika, dan teknik elektro, hingga terobosan mendasar dalam pendidikan STEM dan matematika terapan. Pengetahuan yang dibagikan selama konferensi memiliki kekuatan untuk membentuk kebijakan dunia nyata dan mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang dapat diwujudkan secara nyata.
Lebih lanjut dikatakan, Tema kita tahun ini, ‘Strengthening Global Sustainability by Bridging Science, Technology, Engineering, and Mathematics in Applied and Vocational Education’, menjadi sangat penting karena saat ini kita berada di persimpangan sejarah yang unik, di mana pesatnya perkembangan masa depan berbasis kecerdasan buatan (AI) harus diseimbangkan dengan tanggung jawab bersama terhadap keberlanjutan lingkungan.
“Mari kita manfaatkan platform hybrid ini untuk membangun jejaring, melampaui batas-batas, menghancurkan sekat-sekat akademik, serta menumbuhkan kolaborasi,” katanya.
Sementara itu Ketua Panitia, Dr. Nikenasih Binatari, M.Si. mengatakan, konferensi ini diikuti lebih dari 150 presenter yang berasal dari 36 universitas dan institusi dan 7 pengajar dari Yala Rajabhat University Partisipasi dari peserta mencerminkan komitmen yang kuat dalam memajukan penelitian, pendidikan, sains, rekayasa, dan teknologi melalui kolaborasi internasional serta berbagi pengetahuan.
Pembicara Profesor Chris W Eames dari University of Waikato Hamilton New Zealand memaparkan bahwa keberlanjutan bukan hanya tentang menjaga lingkungan, tetapi juga mencakup keseimbangan aspek lingkungan, sosial, budaya, dan ekonomi untuk generasi sekarang maupun mendatang. Konsep keberlanjutan dirangkum secara sederhana sebagai “cukup untuk semua, selamanya” (enough, for all, forever).
“Dunia saat ini menghadapi berbagai masalah keberlanjutan, baik global maupun lokal, seperti perubahan iklim, ketidakadilan sosial, pertumbuhan populasi dan ketahanan pangan, hilangnya keanekaragaman hayati, pengangguran pemuda, serta tekanan transportasi dan urbanisasi”, jelasnya.
Menurutnya, karena masalah-masalah tersebut sangat kompleks, penyelesaiannya membutuhkan pendekatan interdisipliner. Di sinilah pendidikan STEM memiliki peran penting. STEM tidak hanya membantu siswa memahami sains dan teknologi, tetapi juga melatih pemecahan masalah nyata melalui pendekatan berbasis inkuiri dan proyek. (witono).
UNY Menyelenggarakan Joint Conference The 11th ICRIEMS dan The 8th ICE-ELINVO
Berita Lain
Post date:
Post date: