Seyegan, 1 September 2026 — Sebanyak 108 siswa kelas XI Fase F SMA Negeri 1 Seyegan, Sleman, mengikuti pembelajaran stoikiometri melalui praktikum pengenceran larutan natrium hidroksida (NaOH) dan asam klorida (HCl) pada Selasa (1/9). Kegiatan ini dilaksanakan oleh Aleyda Almaira Rohmad, mahasiswa Program Studi Pendidikan Kimia Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), sebagai bagian dari Praktik Kependidikan (PK). Pembelajaran tersebut menghadirkan kesempatan bagi siswa untuk mengenal kimia melalui pengalaman langsung, sekaligus memahami keterkaitan konsep yang dipelajari di kelas dengan kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, pembelajaran kimia tidak hanya berfokus pada rumus dan perhitungan, tetapi juga mengajak siswa mengamati proses, berdiskusi, dan membangun pemahaman bersama. Kegiatan ini turut mendukung semangat Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas dan tujuan ke-12 tentang Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab.
Stoikiometri merupakan salah satu materi kimia yang mempelajari hubungan kuantitatif antara zat-zat dalam suatu proses kimia. Di dalamnya, siswa mempelajari berbagai hubungan, seperti jumlah zat, massa, volume, dan konsentrasi larutan. Konsep-konsep tersebut menjadi dasar untuk memahami banyak fenomena kimia, tetapi terkadang terasa abstrak apabila hanya dipelajari melalui penjelasan dan latihan soal. Oleh karena itu, pengalaman praktik dapat menjadi jembatan untuk menghubungkan perhitungan matematis dengan proses yang dapat diamati secara langsung. Dalam kegiatan di SMAN 1 Seyegan, pembelajaran difokuskan pada pengenceran larutan, yaitu proses penambahan pelarut untuk memperoleh larutan dengan konsentrasi lebih rendah. Melalui konteks ini, siswa diajak memahami bahwa perubahan konsentrasi berkaitan dengan jumlah zat terlarut dan volume larutan, bukan sekadar perubahan angka dalam perhitungan.
Pembelajaran diawali dengan penjelasan konsep stoikiometri yang berkaitan dengan konsentrasi dan volume larutan, disertai contoh penerapannya dalam kehidupan sehari-hari. Setelah memperoleh pengantar materi, siswa langsung melaksanakan praktikum pengenceran larutan NaOH dan HCl secara berkelompok. Dalam kegiatan tersebut, siswa melakukan perhitungan konsentrasi atau volume larutan, mengamati proses pengenceran, serta mendiskusikan dan mempresentasikan hasil kegiatan bersama. Pelaksanaan praktikum secara berkelompok memberikan ruang bagi siswa untuk bertukar pemikiran, membandingkan hasil perhitungan, dan menyampaikan pemahaman masing-masing. Dengan demikian, kegiatan laboratorium tidak hanya menjadi sarana untuk mengikuti prosedur, tetapi juga menjadi kesempatan untuk belajar melalui interaksi dan kolaborasi.
Salah satu hal penting dalam pembelajaran pengenceran adalah memahami hubungan antara konsentrasi awal, volume awal, konsentrasi akhir, dan volume akhir larutan. Hubungan tersebut dapat dinyatakan melalui persamaan M₁V₁ = M₂V₂, dengan asumsi jumlah zat terlarut tetap selama proses pengenceran. Persamaan ini membantu siswa memahami bahwa ketika volume larutan bertambah akibat penambahan pelarut, konsentrasi larutan akan menurun. Melalui perhitungan yang dilakukan dalam praktikum, siswa berkesempatan menghubungkan persamaan tersebut dengan proses yang mereka kerjakan. Pengalaman ini diharapkan membantu siswa memahami alasan di balik penggunaan rumus, bukan hanya menghafal langkah penyelesaian soal.
Berdasarkan refleksi kegiatan pembelajaran, praktikum membantu siswa memahami bagaimana pengenceran memengaruhi konsentrasi larutan. Kegiatan yang dilakukan secara berkelompok juga membuka kesempatan bagi siswa untuk membangun pemahaman secara bersama. Diskusi dan presentasi hasil memberikan ruang untuk menyampaikan hasil pengamatan, membahas perhitungan, serta mengaitkan konsep yang dipelajari dengan pengalaman sehari-hari. Siswa juga diajak melihat bahwa pelarutan dan pengenceran bukan hanya materi yang dijumpai dalam buku pelajaran, melainkan proses yang memiliki keterkaitan dengan berbagai aktivitas di sekitar mereka. Pengalaman tersebut menjadi salah satu cara untuk menjadikan pembelajaran kimia lebih kontekstual dan dekat dengan kehidupan.
Kegiatan ini memiliki keterkaitan dengan SDG 4: Pendidikan Berkualitas, terutama melalui upaya menghadirkan pengalaman belajar yang melibatkan partisipasi aktif siswa. Pendidikan berkualitas tidak hanya berkaitan dengan penyampaian materi, tetapi juga dengan kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan pengetahuan dan keterampilan melalui proses belajar yang bermakna. Dalam praktikum ini, siswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan konsep stoikiometri, melakukan perhitungan, bekerja sama dalam kelompok, serta menyampaikan hasil diskusi. Rangkaian kegiatan tersebut mendukung pembelajaran yang menghubungkan pengetahuan dengan keterampilan praktik. Meski kegiatan ini tidak dapat menjadi bukti bahwa tujuan SDG 4 telah tercapai secara luas, praktikum tersebut merupakan salah satu bentuk upaya di tingkat pembelajaran untuk mendukung pendidikan yang lebih aplikatif dan berpusat pada keterlibatan siswa.
Selain pendidikan berkualitas, kegiatan ini juga mengangkat nilai yang berkaitan dengan SDG 12: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. Dalam konteks praktikum kimia, tujuan tersebut dapat dihubungkan dengan pentingnya menggunakan bahan secara bijak, memperhatikan kebutuhan selama percobaan, serta memahami tanggung jawab terhadap sisa bahan dan limbah laboratorium. Siswa memperoleh edukasi mengenai keselamatan kerja dan pengelolaan limbah sebagai bagian dari pembelajaran. Penguatan ini mengingatkan bahwa kegiatan ilmiah tidak hanya menuntut ketelitian dalam memperoleh hasil, tetapi juga kepedulian terhadap keselamatan dan lingkungan. Keterkaitan dengan SDG 12 menjadi relevan ketika prinsip penggunaan bahan secara tepat dan pengelolaan sisa praktikum dijalankan sesuai prosedur laboratorium.
Keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam pelaksanaan praktikum, terutama karena NaOH dan HCl merupakan bahan kimia yang bersifat korosif dan memerlukan penanganan yang tepat. Selama kegiatan berlangsung, guru mengawasi pelaksanaan praktikum serta penggunaan alat pelindung diri (APD) di laboratorium. Pengawasan dan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan diperlukan untuk mengurangi risiko paparan bahan kimia dan membangun kebiasaan kerja yang bertanggung jawab. Melalui edukasi keselamatan, siswa diperkenalkan pada pentingnya memperhatikan aturan laboratorium, menggunakan perlindungan yang sesuai, dan mengikuti arahan guru ketika bekerja dengan bahan kimia. Dengan demikian, aspek keselamatan tidak terpisah dari pembelajaran, melainkan menjadi bagian dari pengalaman belajar sains itu sendiri.
Bagi mahasiswa calon pendidik, kegiatan Praktik Kependidikan ini menjadi kesempatan untuk menerapkan pengetahuan akademik dalam situasi pembelajaran nyata. Merancang dan melaksanakan pembelajaran bagi 108 siswa memberikan pengalaman dalam mengelola kegiatan belajar yang mencakup penjelasan materi, praktikum kelompok, diskusi, presentasi, serta refleksi dan evaluasi. Pengalaman tersebut juga menjadi ruang untuk memahami bahwa pembelajaran yang bermakna memerlukan lebih dari sekadar penyampaian informasi. Guru dan calon pendidik perlu memberi kesempatan kepada siswa untuk mencoba, bertanya, bekerja sama, dan menghubungkan pengetahuan dengan pengalaman mereka. Melalui proses tersebut, pembelajaran dapat dikembangkan agar lebih relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Melalui Praktik Kependidikan di SMAN 1 Seyegan, praktikum pengenceran larutan NaOH dan HCl menjadi salah satu contoh penerapan pembelajaran kimia yang menggabungkan pemahaman konsep, pengalaman laboratorium, kolaborasi, serta kesadaran keselamatan dan lingkungan. Kegiatan ini diharapkan membantu siswa memahami stoikiometri secara lebih nyata sekaligus melihat keterkaitan kimia dengan kehidupan sehari-hari. Ke depan, pembelajaran berbasis praktikum diharapkan dapat terus dikembangkan dengan memperhatikan kebutuhan siswa, keselamatan kerja, dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Upaya sederhana yang dilakukan melalui kegiatan pembelajaran di sekolah dapat menjadi bagian dari kontribusi pendidikan dalam mendukung SDG 4 dan menumbuhkan kesadaran terhadap praktik sains yang bertanggung jawab, sejalan dengan semangat SDG 12. (Almaira)
Mahasiswa Pendidikan Kimia UNY Ajak Siswa SMAN 1 Seyegan Praktik Pengenceran Larutan untuk Dukung SDGs
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date: