Kulon Progo, DIY. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Negeri Yogyakarta melaksanakan program kerja individu berjudul "DONDATA (Dondong Data Terpadu): Pendataan Kependudukan Terintegrasi Padukuhan Dondong Berbasis Penomoran Rumah" di Padukuhan Dondong, Kalurahan Bendungan, Kapanewon Wates, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan ini dilaksanakan secara bertahap selama periode Juli hingga September, mengikuti masa pelaksanaan KKN di lokasi tersebut.
Program DONDATA hadir untuk menjawab permasalahan administrasi kependudukan yang selama ini dihadapi Padukuhan Dondong, yaitu data warga dan penomoran rumah yang belum tertata secara sistematis. Kondisi tersebut kerap menyulitkan perangkat padukuhan dalam melakukan pendataan, pengarsipan, maupun penelusuran informasi warga ketika dibutuhkan untuk keperluan administrasi maupun pelayanan publik.
Melalui DONDATA, mahasiswa KKN melakukan pendataan langsung ke rumah-rumah warga untuk mencatat data kependudukan sekaligus memberikan penomoran rumah yang terintegrasi dengan basis data yang disusun. Kegiatan ini dilakukan melalui beberapa tahapan, mulai dari koordinasi dengan perangkat Padukuhan Dondong, penyusunan format pendataan, kunjungan dari rumah ke rumah, hingga penyusunan dan penyerahan basis data akhir kepada pihak padukuhan.
Sebagai hasil dari program ini, sebanyak 109 rumah di Padukuhan Dondong berhasil didata dan diberi nomor rumah secara terintegrasi, yang kemudian dihimpun ke dalam satu basis data kependudukan yang lebih tertata dan mudah diakses oleh perangkat padukuhan.
Kegiatan ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh, khususnya dalam mendukung terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih transparan, akuntabel, dan berbasis data di tingkat padukuhan. Selain itu, program ini turut berkontribusi terhadap SDGs 11: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan melalui penataan administrasi wilayah yang lebih rapi.
Pelaksanaan kegiatan mendapatkan respons positif dari warga dan perangkat Padukuhan Dondong. Kehadiran nomor rumah yang jelas serta data kependudukan yang lebih rapi dinilai memudahkan berbagai keperluan administrasi, mulai dari pengurusan surat-menyurat hingga pendataan bantuan sosial.
Salah satu perangkat Padukuhan Dondong, Bapak Suharmadi, mengungkapkan bahwa program DONDATA sangat membantu tertib administrasi di tingkat padukuhan. "Penomoran rumah itu bagus sekali, soalnya terakhir dilakukan tahun 2023 dan perlu pembaruan," ungkap Bapak Suharmadi selaku Kepala Dukuh Padukuhan Dondong.
Sebagai bentuk keberlanjutan program, basis data dan nomor rumah yang telah disusun diserahkan kepada perangkat Padukuhan Dondong agar dapat terus dimanfaatkan dan dimutakhirkan secara berkala, meskipun masa KKN telah berakhir. Dengan demikian, manfaat DONDATA diharapkan tidak berhenti pada masa pelaksanaan KKN saja, tetapi terus mendukung tata kelola administrasi kependudukan Padukuhan Dondong secara berkelanjutan, sekaligus menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa UNY dalam mendukung pencapaian SDGs 16: Perdamaian, Keadilan, dan Kelembagaan yang Tangguh di tingkat masyarakat. (Rahma)