Dalam upaya memperluas akses terhadap teknologi tepat guna bagi komunitas disabilitas, Departemen Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) bertajuk Pengembangan Model Pelatihan Inklusif Berbasis Teknologi Mikrogasifikasi untuk Komunitas Disabilitas di Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo YPKBR, Selasa (4/8/26).
Kegiatan diikuti oleh 33 peserta, terdiri atas anak-anak penyandang disabilitas dan para pengasuh panti, bertujuan membekali para pengasuh dengan keterampilan memanfaatkan biomassa, seperti kayu, ranting, arang, dan batok kelapa, melalui penggunaan tungku mikrogasifikasi sebagai alternatif memasak yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Sementara itu, anak-anak penyandang disabilitas turut dilibatkan dalam pelatihan sebagai bagian dari pembelajaran inklusif untuk mengenal teknologi tepat guna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim Pengabdian, Dyah Kurniawati Agustika, S.Si., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY, menyampaikan materi mengenai konsep tungku mikrogasifikasi dan pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa berbagai bahan yang tersedia di lingkungan sekitar masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi. "Di sekitar kita sebenarnya banyak bahan yang masih memiliki nilai guna, seperti kayu, ranting, arang, maupun limbah biomassa lainnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa
bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan untuk kebutuhan memasak sehari-hari," jelasnya.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti sesi demonstrasi dan praktik penggunaan tungku mikrogasifikasi yang dipandu oleh Wira Widyawidura, M.Eng. Pada sesi ini, peserta diperlihatkan cara menyiapkan biomassa sebagai bahan bakar, mengoperasikan tungku, hingga mempraktikkannya secara langsung. "Tungku ini sebenarnya cukup mudah digunakan. Bahan bakarnya juga tidak harus yang mahal karena ranting, arang, maupun batok kelapa yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan. Saya melihat di sekitar sini cukup banyak batok kelapa. Sayang kalau hanya menjadi limbah, padahal masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak," jelasnya.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi demonstrasi dan praktik yang melibatkan seluruh peserta secara bergantian dengan pendampingan tim pelaksana. Para pengasuh tampak aktif mendampingi peserta selama praktik, sementara anak-anak penyandang disabilitas turut berpartisipasi dengan memasukkan kayu dan biomassa ke dalam tungku serta mengamati proses pembakaran secara langsung. Suasana belajar yang partisipatif tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif sekaligus mengoperasikan tungku mikrogasifikasi.
Kegiatan ini melibatkan tim dosen Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY yang terdiri atas Dyah Kurniawati Agustika, S.Si., M.Sc., Ph.D., Agus Purwanto, S.Si., M.Sc., dan Drs. Nur Kadarisman, M.Si. Dalam pelaksanaannya, tim berkolaborasi dengan Wira Widyawidura, M.Eng., dari Universitas Proklamasi 45, serta didukung oleh mahasiswa Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY, yaitu Anan Febri Kurniawan, Najwa Arifatun Zahra, Atikah Rifa Amany, Dab Edi Nugroho, dan R. Farras Abyan Purba. Para mahasiswa berperan mendampingi peserta selama sesi praktik, membantu dokumentasi, serta mendukung koordinasi teknis agar kegiatan berjalan dengan lancar.
Pada kesempatan tersebut, Rina Anjani Puspitasari, selaku Pimpinan Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo YPKBR, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dosen yang telah berbagi ilmu dan mendampingi peserta selama pelatihan. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat bagi anak-anak penyandang disabilitas maupun para pengasuh. Semoga ilmu yang diperoleh dapat terus diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di panti," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY terus memperkuat perannya dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Pelatihan teknologi mikrogasifikasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pengasuh dalam memanfaatkan biomassa sebagai sumber energi alternatif yang hemat dan ramah lingkungan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari di panti. Sementara itu, keterlibatan anak-anak penyandang disabilitas dalam setiap sesi praktik diharapkan dapat memberikan pengalaman baru dalam mengenal pemanfaatan teknologi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. (atikah)
Tingkatkan Keterampilan Komunitas Disabilitas, Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY Gelar Pelatihan Mikrogasifikasi
Dalam upaya memperluas akses terhadap teknologi tepat guna bagi komunitas disabilitas, Departemen Pendidikan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY), menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Dosen Berkegiatan di Luar Kampus (DLK) bertajuk Pengembangan Model Pelatihan Inklusif Berbasis Teknologi Mikrogasifikasi untuk Komunitas Disabilitas di Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo YPKBR, Selasa (4/8/26).
Kegiatan diikuti oleh 33 peserta, terdiri atas anak-anak penyandang disabilitas dan para pengasuh panti, bertujuan membekali para pengasuh dengan keterampilan memanfaatkan biomassa, seperti kayu, ranting, arang, dan batok kelapa, melalui penggunaan tungku mikrogasifikasi sebagai alternatif memasak yang lebih hemat dan ramah lingkungan. Sementara itu, anak-anak penyandang disabilitas turut dilibatkan dalam pelatihan sebagai bagian dari pembelajaran inklusif untuk mengenal teknologi tepat guna yang dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Ketua Tim Pengabdian, Dyah Kurniawati Agustika, S.Si., M.Sc., Ph.D., dosen Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY, menyampaikan materi mengenai konsep tungku mikrogasifikasi dan pemanfaatan biomassa sebagai bahan bakar alternatif. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa berbagai bahan yang tersedia di lingkungan sekitar masih memiliki potensi untuk dimanfaatkan sebagai sumber energi. "Di sekitar kita sebenarnya banyak bahan yang masih memiliki nilai guna, seperti kayu, ranting, arang, maupun limbah biomassa lainnya. Melalui pelatihan ini, kami ingin menunjukkan bahwa
bahan-bahan tersebut dapat dimanfaatkan sebagai bahan bakar alternatif yang lebih hemat dan ramah lingkungan untuk kebutuhan memasak sehari-hari," jelasnya.
Selain penyampaian materi, peserta mengikuti sesi demonstrasi dan praktik penggunaan tungku mikrogasifikasi yang dipandu oleh Wira Widyawidura, M.Eng. Pada sesi ini, peserta diperlihatkan cara menyiapkan biomassa sebagai bahan bakar, mengoperasikan tungku, hingga mempraktikkannya secara langsung. "Tungku ini sebenarnya cukup mudah digunakan. Bahan bakarnya juga tidak harus yang mahal karena ranting, arang, maupun batok kelapa yang ada di sekitar kita bisa dimanfaatkan. Saya melihat di sekitar sini cukup banyak batok kelapa. Sayang kalau hanya menjadi limbah, padahal masih bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar untuk memasak," jelasnya.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi demonstrasi dan praktik yang melibatkan seluruh peserta secara bergantian dengan pendampingan tim pelaksana. Para pengasuh tampak aktif mendampingi peserta selama praktik, sementara anak-anak penyandang disabilitas turut berpartisipasi dengan memasukkan kayu dan biomassa ke dalam tungku serta mengamati proses pembakaran secara langsung. Suasana belajar yang partisipatif tersebut memberikan pengalaman langsung kepada peserta dalam memanfaatkan biomassa sebagai bahan bakar alternatif sekaligus mengoperasikan tungku mikrogasifikasi.
Kegiatan ini melibatkan tim dosen Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY yang terdiri atas Dyah Kurniawati Agustika, S.Si., M.Sc., Ph.D., Agus Purwanto, S.Si., M.Sc., dan Drs. Nur Kadarisman, M.Si. Dalam pelaksanaannya, tim berkolaborasi dengan Wira Widyawidura, M.Eng., dari Universitas Proklamasi 45, serta didukung oleh mahasiswa Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY, yaitu Anan Febri Kurniawan, Najwa Arifatun Zahra, Atikah Rifa Amany, Dab Edi Nugroho, dan R. Farras Abyan Purba. Para mahasiswa berperan mendampingi peserta selama sesi praktik, membantu dokumentasi, serta mendukung koordinasi teknis agar kegiatan berjalan dengan lancar.
Pada kesempatan tersebut, Rina Anjani Puspitasari, selaku Pimpinan Panti Asuhan Bina Remaja Donoharjo YPKBR, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan pengabdian tersebut. "Kami mengucapkan terima kasih kepada tim dosen yang telah berbagi ilmu dan mendampingi peserta selama pelatihan. Kegiatan ini memberikan pengalaman dan keterampilan baru yang bermanfaat bagi anak-anak penyandang disabilitas maupun para pengasuh. Semoga ilmu yang diperoleh dapat terus diterapkan dalam kegiatan sehari-hari di panti," ujarnya.
Melalui kegiatan ini, Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY terus memperkuat perannya dalam menghadirkan inovasi teknologi tepat guna yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Pelatihan teknologi mikrogasifikasi diharapkan dapat menjadi bekal bagi para pengasuh dalam memanfaatkan biomassa sebagai sumber energi alternatif yang hemat dan ramah lingkungan untuk mendukung kebutuhan sehari-hari di panti. Sementara itu, keterlibatan anak-anak penyandang disabilitas dalam setiap sesi praktik diharapkan dapat memberikan pengalaman baru dalam mengenal pemanfaatan teknologi sederhana yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. (atikah)
Tingkatkan Keterampilan Komunitas Disabilitas, Departemen Pendidikan Fisika FMIPA UNY Gelar Pelatihan Mikrogasifikasi
Berita Lain
Post date: