Banyaknya konsumsi ikan di masyarakat menghasilkan limbah sisik ikan yang cukup melimpah. Keberadaan limbah sisik ikan ini masih belum dimanfaatkan secara optimal sehingga menyebabkan pencemaran lingkungan, padahal sisik ikan mengandung zat kitin dan kitosan yang dapat dijadikan sebagai adsorben ion logam-logam berat seperti Cu,Cr, Cd dan Hg.
Kecantikan adalah salah satu hal yang diidamkan oleh para wanita, salah satunya adalah kecantikan kulit. Salah satu sediaan kosmetik yang digunakan untuk membersihkan dan menjaga kesehatan kulit adalah lulur. Lulur biasanya mengandung scrub yang berguna untuk mengangkat kotoran serta bahan-bahan lainnya yang difungsikan untuk menghaluskan, memutihkan, mencerahkan, dan menyehatkan kulit.
Dalam industri baju koko sendiri, memang sudah banyak di Yogyakarta. Tetapi memang desain yang ditawarkan masih terkesan monoton dan sering terjadi produksi massal sehingga banyak sekali satu jenis koko yang dipakai banyak orang dalam satu tempat.
Yogyakarta merupakan kota wisata utama kedua di Indonesia setelah Bali. Keanekaragaman obyek wisata di Yogyakarta baik seni budaya ataupun cagar alam banyak mengundang turis manca negara untuk berwisata di Yogyakarta. Salah satu desa wisata di Yogyakarta yaitu Dusun Gadung, Desa Bangunkerto Turi Sleman Yogyakarta.
Berdasarkan data yang diperoleh dari WHO tahun 2002, angka penderita hiperlipidemia (kolesterol) mencapai 8% dari total penyakit di dunia dan menjadi penyebab kematian 7,9% dari total angka kematian dunia.Di Indonesia, penderita hiperlipidemia atau yang biasa disebut dengan penyakit kolesterol mencapai 28%. Kolesterol juga memiliki andil dalam kasus-kasus kematian mendadak yang disebabkan oleh serangan jantung.
Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKMK) berinovasi dengan membuat Serbuk Instan Carica“Sicata Dieng”Alternatif Minuman Kesehatan sebagai Penangkal Kanker. Tim terdiri dari : Muhammad Anand Ardhiansyah dari Prodi Pendidikan Biologi Inter, Deni Aryati dari Prodi Pendidikan Fisika, Rizky Hadi Oktiavenny dari prodi Pendidikan Teknik Elektro, dan Nova Suparmanto dari Pendidikan Teknik Informatika
Salah satu indikator untuk menentukan apakah hutan dan gunung tersebut tercemar atau tidaknya adalah dengan menggunakan bioindikator. Salah satunya menggunakan struktur komunitas kupu-kupu (lepidotera) sebagai indikator kerusakan hutan. Kupu-kupu menyukai tempat-tempat yang bersih dan sejuk dan tidak terpolusi oleh insektisida, asap, bau yang tidak sedap dan lain-lain.
Mahasiswa Prodi Pendidikan Biologi FMIPA UNY yang tergabung dalam tim Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) berhasil membuat modul elektronik berbasis blog mengenai kenekaragaman fitoplankton di Waduk Tambakboyo Sleman untuk Pengayaan Materi Protista Kelas X SMA. Mereka adalah Aulia Novita Irmmal, Ana Fitri Apriliyani, Yuyun Nailufa, dan Novi Nuryanti.
Kelompok Pengamat Burung BIONIC Universitas Negeri Yogyakarta (KPB BIONIC UNY) kembali menorehkan prestasinya dalam ajang Kompetisi Pengamatan Burung (Birding Competition) tingkat Nasional. Kali ini dalam event 4th Annual Baluran-PLN Birding Competition 2013 yang diadakan oleh Taman Nasional Baluran, Situbondo Jawa Timur bekerjasama dengan PT. PLN (Persero).
Pada yudisium FMIPA UNY periode 28 Juni 2013 yang dilaksanakan pada Selasa 2/7 di ruang sidang fakultas, Kintan Limiansi menjadi lulusan dengan IPK tertinggi yaitu 3,90. Kintan dari Prodi Pendidikan Biologi ini menyelesaikan studi kurang dari 4 tahun. Surat tanda kelulusan diserahkan oleh Dekan FMIPA UNY, Dr. Hartono.