Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta yang terdiri dari Nur Haryati dari Pendidikan Fisika sebagai ketua, Muhammad Rasyid Khusnul Ramadhan dari Pendidikan Geografi (anggota ) dan Sri Wulan Maulani dari Administrasi Publik (anggota 2) dengan nama tim thePEM1500 Universitas Negeri Yogyakarta berhasil meraih Bronze Medal pada ajang kompetisi ilmiah nasional Mandalika Essay Competition (MEC 8) yang diselenggarakan oleh Lembaga Nusantara Muda bekerja sama dengan Fakultas MIPA Universitas Mataram. Ajang ini mewadahi generasi muda untuk menuangkan gagasan dan solusi inovatif, yang kemudian ditutup dengan penganugerahan dan field trip ke berbagai destinasi wisata di Lombok, Nusa Tenggara Barat. Lomba yang dilaksanakan 16 - 18 Juni 2026 diikuti oleh 1611 peserta, dari 138 instansi, 26 provinsi di Indonesia.
Nur Haryati mengatakan, poster yang kami tampilkan mempresentasikan gagasan inovatif berjudul “GeoSmart Energy: Platform Geospasial Cerdas dalam Perencanaan Energi Terbarukan Berbasis Wilayah Menuju Indonesia Hebat 2035”
“Gagasan ini dilatarbelakangi oleh besarnya potensi energi baru terbarukan (EBT) di Indonesia yang belum dimanfaatkan secara optimal. Melalui pemanfaatan teknologi Geographic Information System (GIS), GeoSmart Energy dirancang sebagai platform yang mampu memetakan potensi energi terbarukan di setiap wilayah Indonesia secara terintegrasi, sehingga dapat menghasilkan rekomendasi perencanaan energi yang lebih tepat sasaran sesuai karakteristik daerah masing-masing”, lanjutnya.
Dalam presentasi, tim menyoroti pentingnya pendekatan berbasis wilayah dalam penyusunan kebijakan energi nasional. Perbedaan potensi sumber daya energi antarwilayah menunjukkan bahwa strategi pengembangan energi tidak dapat dilakukan secara seragam. Oleh karena itu, GeoSmart Energy hadir sebagai solusi yang mengintegrasikan data potensi energi surya, angin, air, biomassa, dan panas bumi dalam satu sistem yang mendukung pengambilan keputusan secara efektif dan berkelanjutan.
“Selain mendorong pemerataan akses energi dan pengurangan emisi karbon, platform ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Melalui kolaborasi model pentahelix yang melibatkan akademisi, pemerintah, industri, media, dan masyarakat, GeoSmart Energy diharapkan dapat menjadi langkah strategis dalam mewujudkan transisi energi berkelanjutan menuju Indonesia Hebat 2035”, katanya.
Nur Haryati menambahkan, dengan semangat “Satu peta, satu data, untuk energi Indonesia yang lebih merata”, tim thePEM1500 berharap gagasan ini dapat memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan sektor energi nasional yang lebih inklusif, efisien, dan berkelanjutan. (witono)
Mahasiswa UNY Meraih Bronze Medal pada Mandalika Essay Competition
Berita Lain
Post date: