Enam bulan pasca penanaman mangrove di kawasan pesisir Pantai Pasir Mendit, Kalurahan Jangkaran, Kapanewon Temon, Kabupaten Kulon Progo, mahasiswa program studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) kembali melaksanakan kegiatan monitoring pertumbuhan mangrove. Monitoring lanjutan ini bertujuan untuk melihat perkembangan dan kondisi mangrove sebagai bagian dari upaya pelestarian ekosistem pesisir.
Kegiatan ini melibatkan mahasiswa Pendidikan Biologi FMIPA UNY yang didampingi oleh dosen pengampu mata kuliah Biologi Perairan. Monitoring dilaksanakan melalui pengukuran parameter jumlah tanaman yang bertahan hidup dan beberapa indikator pertumbuhan mangrove, seperti tinggi batang dan kondisi daun, guna memperoleh data perkembangan mangrove di enam bulan awal pertumbuhan mangrove. Melalui kegiatan ini, diharapkan mahasiswa dapat mengetahui pola perkembangan mangrove dan memahami proses pertumbuhan tanaman di pesisir.
Hasil monitoring menunjukkan bahwa sebagian besar tanaman mangrove mampu bertahan hidup dan mengalami pertumbuhan yang cukup baik. Hal ini ditandai dengan berkembangnya tinggi batang, jumlah daun, dan kemunculan cabang baru, yang mengindikasikan bahwa tanaman mampu beradaptasi dengan kondisi lingkungan pesisir Pantai Pasir Mendit. Meskipun demikian, beberapa tanaman ditemukan mengalami kerusakan daun, seperti daun berlubang dan pertumbuhan yang tidak merata. Temuan tersebut menjadi bahan evaluasi sekaligus pembelajaran bagi mahasiswa bahwa pertumbuhan mangrove sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan kondisi alam sekitar.
Mahasiswa memperoleh pengalaman belajar secara langsung di lapangan melalui kegiatan monitoring ini. Mahasiswa dilatih untuk melakukan pengukuran, pencatatan data, dan pengamatan kondisi tanaman secara sistematis. Pengalaman tersebut membantu mahasiswa dalam mengaitkan materi pembelajaran di kelas dengan kondisi nyata di pesisir, sehingga pemahaman terhadap konsep ekologi menjadi lebih kontekstual dan aplikatif.
Sejalan dengan hal tersebut, Rio Christy Handziko selaku dosen pengampu mata kuliah Biologi Perairan sekaligus dosen pendamping kegiatan menyampaikan, “Kegiatan monitoring mangrove ini bukan sekadar aktivitas lapangan, tetapi merupakan upaya konservasi yang nyata yang disertai dengan aktivitas ilmiah dan menjadi sarana pembelajaran bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya belajar memahami konsep ekologi pesisir secara teoretis, tetapi juga mengasah kemampuan observasi, analisis, serta tanggung jawab terhadap keberlanjutan lingkungan”.
Selain sebagai sarana pembelajaran, kegiatan ini juga mencerminkan kepedulian mahasiswa terhadap pelestarian lingkungan pesisir. Ekosistem mangrove memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan wilayah pantai, seperti menahan abrasi, meredam gelombang, dan menjadi habitat bagi berbagai organisme perairan. Oleh karena itu, monitoring secara berkala menjadi langkah penting untuk memastikan keberlanjutan pertumbuhan mangrove yang telah ditanam dan menjaga keseimbangan ekosistem pesisir secara berkelanjutan.
Kegiatan monitoring mangrove ini juga sejalan dengan komitmen pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya melalui dukungan terhadap tujuan ke-13 yaitu penanganan perubahan iklim (climate action), tujuan ke-14 ekosistem lautan (life below water), dan tujuan ke-15 yaitu ekosistem daratan (life on land). Selain itu, kegiatan ini turut berkontribusi pada pilar sosial melalui peningkatan kapasitas mahasiswa dalam pendidikan lingkungan, serta pilar ekonomi dan tata kelola melalui penguatan kesadaran dan tanggung jawab kolektif dalam menjaga keberlanjutan ekosistem pesisir.
(retna/rifda/fia/witono)