Skip to main content

   Indonesia   |    English

CAPTCHA
Solve this simple math problem and enter the result. E.g. for 1+3, enter 4.
Silakan masukkan jawaban pada kotak yang telah disediakan
  • Reset your password
Home

Main navigation

  • BERANDA
  • PROFIL FMIPA
    • Sejarah Singkat
    • Visi Misi
    • Pimpinan
    • Laporan Dekan
    • Renstra
  • KERJASAMA
    • Guest Lecturer
    • Lembaga/instansi pemerintah/non pemerintah
    • Pertukaran Mahasiswa
    • Visiting Professor
    • Laporan dan Evaluasi Kerjasama
    • Struktur Organisasi UUIK FMIPA UNY
  • DEPARTEMEN
    • Pendidikan Matematika
      • Prodi Sarjana Matematika
      • Prodi Sarjana Pendidikan Matematika
      • Prodi Sarjana Statistika
      • Program Magister Pendidikan Matematika
      • Program Doktor Pendidikan Matematika
    • Pendidikan Fisika
      • Prodi Sarjana Fisika
      • Prodi Sarjana Pendidikan Fisika
      • Program Magister Pendidikan Fisika
    • Pendidikan Kimia
      • Prodi Sarjana Kimia
      • Prodi Sarjana Pendidikan Kimia
      • Programi Magister Pendidikan Kimia
      • Program Doktor Pendidikan Kimia
    • Pendidikan Biologi
      • Prodi Sarjana Biologi
      • Prodi Sarjana Pendidikan Biologi
      • Program Magister Pendidikan Biologi
    • Pendidikan IPA
      • Prodi Sarjana Pendidikan IPA
      • Program Magister Pendidikan Sains
      • Program Doktor Pendidikan IPA
  • JURNAL
  • PENJAMINAN MUTU
  • PPID
    • Profil PPID FMIPA
    • Struktur PPID FMIPA
    • Formulir Permohonan Informasi
    • Informasi Tersedia Setiap Saat
    • Daftar Informasi Publik
    • Informasi Wajib Berkala
  • PERMOHONAN INFORMASI
  • SOP
  • ZONA INTEGRITAS DAN WBK
  • USAHA FMIPA
  • FASILITAS
  • LAYANAN

Breadcrumb

  • Home
  • BEDAK TEMUGIRING

BEDAK TEMUGIRING

By admin-fmipa | 7:42 AM WIB, Wed April 20, 2011

Saat ini, masyarakat kita cenderung lebih menggemari bahan-bahan alami daripada bahan-bahan yang mengandung bahan kimia. Banyak orang beralasan bahwa bahan-bahan alami ini tidak mempunyai efek samping berbahaya serta ramah lingkungan. Dengan melihat adanya fenomena back to nature ini, dengan sedikit kreatifitas dan keuletan, temu giring yang selama ini dikenal sebagai tanaman obat, akan menjadi sebuah peluang usaha yang potensial dalam bidang kecantikan dalam bentuk bedak dan lulur tradisional. Hal ini diwujudkan oleh sekelompok mahasiswa jurusan pendidikan matematika Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta yaitu Husna Arifah, Ria Intan Permatasari dan Hemi Eviana Fitri yang membuat temugiring menjadi bedak dan lulur tradisional. Menurut Husna Arifah selama ini temu giring banyak dimanfaatkan di bidang kesehatan sebagai obat tradisional, antara lain untuk mengatasi perasaan tidak tenang atau cemas, jantung berdebar-debar, cacingan, sembelit, disentri, haid tidak teratur, rematik, menambah nafsu makan, meningkatkan stamina, berat badan anak-anak menurun, batuk, dan lainnya. “Ternyata temugiring juga mengandung minyak atsiri, amilun, damar, lemak, tannin, saponin, dan favlonoida. Dengan kandungan seperti ini, temu giring dapat di manfaatkan sebagai obat kecantikan yang baik untuk kulit sebagai bahan lulur ataupun campuran bedak untuk menghaluskan kulit.” kata Husna.
Ria Intan Permatasari menjelaskan bahwa untuk menjadi bedak atau lulur, temugiring perlu diolah menjadi temu giring kering. Pertama-tama temu giring mentahan dicuci sampai bersih, kemudian diiris tipis-tipis agak menyerong dengan ketebalan kira-kira 0,3 cm. Temu giring yang sudah diiris kemudian ditata sejajar di atas loyang kue kering dan selanjutnya di keringkan memakai oven (alat pemanggang) sampai benar-benar kering dan tidak mengandung air. Pengeringan 1 kg temu giring yang masih mentah dan basah dapat menghasilkan kira-kira seperempat kg temu giring kering. Sedangkan untuk dijadikan bedak, temu giring kering digiling sampai halus bersamaan dengan ekstrak bunga kemudian ditambahkan tepung kanji sebagai bahan tambahan. Bahan tersebut kemudian di saring hingga menghasilkan bedak yang benar-benar halus. Untuk mendapatkan bedak halus dengan berat 100 gram diperlukan temu giring kering 125 gram dan tepung kanji  40 gram. “Untuk membuat lulur temu giring kering digiling sampai halus bersamaan dengan ekstrak bunga tanpa ada penambahan tepung kanji sebagai bahan tambahan. Bahan tersebut kemudian di saring hingga menghasilkan butiran-butiran halus namun tidak perlu sampai sehalus seperti pada bedak. Untuk mendapatkan lulur halus dengan berat 100 gram diperlukan temu giring kering 125 gram.” kata Ria.
“Untuk mengembangkan kualitas bedak dan lulur temu giring maka kami menambahkan aroma bunga-bungaan sebagai campuran bedak dan lulur temu giring. Hal ini bertujuan agar aroma khas temu giring yang menyengat dapat tertutupi dengan aroma bunga yang segar.” ungkap Hemi Eviana Fitri, “Bunga yang kami pakai diantaranya bunga mawar, melati, dan kenanga karena mempunyai aroma yang khas. Selain itu, masing-masing bunga juga mempunyai khasiat yang berbeda bagi kulit. Hal ini tentunya akan menambah khasiat dari bedak dan lulur temu giring sebagai obat kecantikan.” tutup Hemi.

Berita Lain

Post date: Mon, 12/15/2025 - 14:16
Perluas Wawasan Sains, Kunjungan Studi SMA Islam Parlauangan Sidoarjo di FMIPA UNY
Post date: Mon, 12/15/2025 - 13:28
Yudisium FMIPA UNY: Kontribusi Lulusan bagi Masyarakat dan Pembangunan Berkelanjutan
Post date: Mon, 12/08/2025 - 08:40
FMIPA UNY Raih Empat Penghargaan pada Final Abdidaya Ormawa 2025
Post date: Sat, 12/06/2025 - 11:15
FMIPA UNY Sabet Gelar Juara Umum MTQ AMLI 2025
Post date: Wed, 12/03/2025 - 14:36
Dukung Pengembangan Prodi Baru: Tadris IPA UIN Madura Jalin Kerja Sama dan Benchmarking di FMIPA UNY
Post date: Mon, 11/24/2025 - 10:50
Perkuat Mutu Pendidikan Matematika: FMIPA UNY dan UIN KHAS Jember Resmi Jalin Kerjasama Strategis dan Benchmarking Kurikulum
Post date: Mon, 11/24/2025 - 10:03
Sinergi Pendidikan: FMIPA UNY Jalin Kerjasama dengan SMA Islam PB Soedirman Cijantung untuk Studi Lanjut dan Pengembangan Minat Bakat
Post date: Thu, 11/20/2025 - 15:33
FMIPA UNY Terima Kunjungan SMA Islam PB Soedirman Cijantung: Kenalkan Dunia Kampus dan Karier Sains
Post date: Thu, 11/20/2025 - 14:54
Depdik IPA FMIPA UNY dan FST UIN Walisongo Jalin Kerja Sama: Perkuat Pengembangan Laboratorium dan Pendidikan IPA
Post date: Thu, 11/20/2025 - 14:39
Depdik IPA FMIPA UNY Terima Kunjungan FST UIN Walisongo: Bedah Strategi Pengelolaan Laboratorium dan Pembelajaran Praktikum IPA

Pagination

  • Previous page ‹ previous
  • Page 3
  • Next page next ›

Fakultas di UNY

  • Fakultas Ilmu Pendidikan
  • Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
  • Fakultas Bahasa, Seni, dan Budaya
  • Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik
  • Fakultas Teknik
  • Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan
  • Fakultas Ekonomi dan Bisnis
  • Fakultas Vokasi
  • Fakultas Kedokteran
  • Fakultas Psikologi
  • Fakultas Hukum
  • Sekolah Pascasarjana

Organisasi Mahasiswa

  • Dewan Pertimbangan Mahasiswa
  • Badan Eksekutif Mahasiswa
  • Himpunan Mahasiswa Matematika
  • Himpunan Mahasiswa Fisika
  • Himpunan Mahasiswa Kimia
  • Himpunan Mahasiswa Biologi
  • Himpunan Mahasiswa IPA
  • HANCALA (Pecinta Alam)
  • Haska (Kerohanian Islam)
  • SEKRUP (Teater, Seni)
  • KSI MIST (Penelitian)
  • BIONIC (UKM Pengamat Burung)
  • MIPA Creativepreneur Club

Kepala Bagian Tata Usaha, Sekretaris Tata Usaha, dan UUIK

  • Kepala Layanan Administrasi
  • Sekretaris Layanan Administrasi
  • Unit Urusan Internasional dan Kemitraan

Kontak Kami

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Jl.Colombo No. 1, Kampus  Karangmalang Yogyakarta 55281,

Telp. 0274-565411

Telp/Fax. 0274-548203

WA: 081904150765

Website: https://fmipa.uny.ac.id

Email: humas_fmipa@ uny.ac.id

Youtube: fmipaunyofficial

Instagram: fmipa_unyofficial
 

Maps: FMIPA

 

Copyright © 2026

Developed & Designed by Tim Website UNY