Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menggelar kegiatan pelatihan dan pendampingan bertajuk "Penguatan Kesiapsiagaan Guru Melalui Mitigasi Bencana Holistik Berbasis Experiential Learning" pada tanggal 26 Mei 2026. Kegiatan yang bertempat di Kapanewon Mergangsan, Kota Yogyakarta ini diikuti oleh 38 peserta yang terdiri dari 12 kepala sekolah, 24 guru, dan 2 pengawas sekolah dasar.
Program PkM ini diketuai oleh Dr. Pujianto, S.Pd., M.Pd. bersama anggota tim dosen, yaitu Dr. Agnesi Sekarsari Putri, M.Pd., Dr. Yeni Rakhmawati, M.Pd., dan Dr. Woro Sri Hastuti, S.Pd., M.Pd., serta melibatkan mahasiswa UNY. Ketua Tim PkM, Dr. Pujianto, M.Pd., menjelaskan bahwa wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki tingkat kerawanan bencana yang cukup tinggi, mulai dari gempa bumi hingga bencana hidrometeorologi. Namun, berdasarkan identifikasi awal, kesiapsiagaan di lingkungan sekolah dasar masih perlu ditingkatkan.
"Sebagian besar sekolah belum memiliki Standard Operating Procedure (SOP) tanggap darurat yang terdokumentasi dengan baik, peta jalur evakuasi yang jelas, serta integrasi pendidikan kebencanaan yang terstruktur dalam proses pembelajaran sehari-hari. Oleh karena itu, kami menghadirkan pendekatan experiential learning agar guru tidak hanya paham teori, tetapi juga mengalami langsung simulasi dan praktik mitigasi," ujar Dr. Pujianto.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, para peserta mengikuti berbagai tahapan secara aktif. Diawali dengan needs assessment atau analisis kebutuhan secara daring menggunakan smartphone, peserta kemudian menerima pemaparan materi mengenai konsep mitigasi bencana holistik, diskusi interaktif, hingga praktik penyusunan rencana tindak lanjut untuk masing-masing sekolah.
Tidak hanya sebatas pelatihan, program pengabdian ini juga mendorong penyusunan dokumen kesiapsiagaan konkret di sekolah mitra. Luaran yang tengah dikembangkan meliputi SOP tanggap darurat, pemetaan risiko bencana sekolah, penyusunan jalur evakuasi digital, hingga perangkat pembelajaran kebencanaan yang terintegrasi dengan mata pelajaran.
Inisiatif ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas), SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan), serta SDG 17 (Kemitraan untuk Mencapai Tujuan) melalui kolaborasi antara UNY, Kapanewon Mergangsan, dan pihak sekolah. Melalui pendampingan yang berkelanjutan ini, diharapkan 12 sekolah dasar di Kapanewon Mergangsan dapat membentuk budaya sekolah siaga bencana yang tangguh, aman, dan adaptif demi keselamatan seluruh warga sekolah.(puji)