Mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) menyelenggarakan Pelatihan Digital Branding dan Literasi Media di SMA Negeri 1 Kota Mungkid pada Selasa, 8 September 2026. Kegiatan ini merupakan bagian dari luaran program PK yang berorientasi pada Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) dan SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan). Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK UNY berupaya mendorong siswa untuk menggali dan mempublikasikan potensi sekolah melalui media digital.
Cerita sekolah tidak hanya tentang ruang kelas, tetapi juga tentang prestasi siswa, dedikasi guru, kegiatan sekolah, hingga budaya dan lingkungan yang terbentuk setiap hari. Melalui pelatihan ini, siswa diajak menyadari bahwa hal-hal sederhana di sekitar mereka dapat menjadi konten yang bernilai jika dikemas dengan tepat. Narasumber dari komunitas “Mbak Mbak Magelang”, Nurul Fatimah, menegaskan bahwa menjadi content creator berarti mampu menyampaikan cerita, informasi, dan nilai kepada audiens melalui media digital.
Lebih lanjut, siswa tidak hanya belajar konsep, tetapi juga praktik langsung bagaimana “cerita sekolah” itu divisualisasikan. Pada sesi kedua, Iqbal Yogi Setiandaru membimbing peserta dalam teknik fotografi dan videografi menggunakan kamera dan smartphone. Mulai dari pengambilan gambar, komposisi, hingga editing, siswa dilatih untuk mengubah ide sederhana menjadi karya visual yang menarik dan komunikatif. Praktik tersebut mendorong siswa untuk memahami setiap sudut sekolah dapat menjadi bahan cerita yang kuat jika dikemas dengan teknik yang tepat.
Pelatihan yang berlangsung sesuai rundown ini juga dilengkapi dengan pre-test dan post-test sebagai bentuk evaluasi pembelajaran. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan dalam diskusi dan praktik, menunjukkan bahwa siswa mulai tertarik untuk menjadi bagian dari ekosistem kreator digital. Melalui kegiatan ini, mahasiswa PK UNY tidak hanya menjalankan tugas PK, tetapi juga membuka ruang bagi siswa untuk menemukan dan menyuarakan cerita sekolah mereka sendiri. Dari prestasi hingga aktivasi sehari-hari, semua memiliki potensi untuk dikenal lebih luas melalui media digital.
Pada akhirnya, pelatihan ini menegaskan bahwa setiap sekolah memang punya cerita. Dengan bekal literasi media dan digital branding, siswa SMA Negeri 1 Kota Mungkid diharapkan mampu menjadi kreator yang dapat mengangkat cerita sekolah mereka ke ruang digital yang berpenghasilan, sekaligus berkontribusi pada pembangunan berkelanjutan sesuai SDGs.
SETIAP SEKOLAH PUNYA CERITA: MENGGALI POTENSI YANG SELAMA INI BELUM TERLIHAT DI MEDIA DIGITAL
Berita Lain
Post date:
Post date:
Post date:
Post date: