Pengembangan model pembelajaran terus dilakukan untuk menjawab tantangan pendidikan abad ke-21. Salah satu inovasi tersebut adalah Model Pembelajaran PRODESTEM (Problem-Based Learning–Design Thinking–Science, Technology, Engineering, and Mathematics) bermuatan kuliner tradisional Solo–Jogja yang dikembangkan oleh Annisa Nur Khasanah. Model ini dirancang untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, dan self-health literacy mahasiswa Pendidikan IPA.
Annisa Nur Khasanah mahasiswa Program Doktoral Prodi Pendidikan IPA berhasil mempertahankan penelitian didepan para penguji pada Sidang Promosi Doktor FMIPA UNY yang dilaksanakan Rabu, 22/7/26 di Ballroom Gedung Magister dan Doktor. Dewan penguji pada kesempatan tersebut yaitu Prof. Dr. Tien Aminatun, M.Si. (Ketua/Penguji), Dr. Yusman Wiyatmo, M.Si (Sekretaris/Penguji), Prof. Dr. Mohammad Masykuri, M.Si.(Penguji Eksternal), Prof. Dr. Paidi, M.Si (Penguji Internal), Prof. Dr. Dadan Rosana, M.Si. (Promotor/Penguji), dan Prof. Dr. Insih Wilujeng, M.Pd (Kopromotor /Penguji)
Pengembangan model ini dilatarbelakangi oleh hasil analisis kebutuhan yang menunjukkan bahwa keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah mahasiswa Pendidikan IPA di wilayah Solo–Jogja masih perlu ditingkatkan. Kondisi tersebut mendorong perlunya inovasi pembelajaran yang lebih kontekstual, berpusat pada peserta didik, serta mampu mengintegrasikan berbagai pendekatan pembelajaran abad ke-21.
Annisa menjelaskan, model PRODESTEM menggabungkan keunggulan Problem-Based Learning (PBL), Design Thinking (DT), dan pendekatan STEM dalam satu kesatuan pembelajaran. Pendekatan ini tidak hanya mendorong mahasiswa menyelesaikan permasalahan nyata melalui proses berpikir kritis dan kreatif, tetapi juga menghasilkan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Penelitian ini memilih Problem-Based Learning karena berfokus pada pemecahan masalah sosial atau sistem yang kompleks yang solusinya dapat berupa proposal kebijakan, kampanye, aplikasi, maupun aksi nyata, sehingga dapat dibiasakan dalam menerapkan pengetahuan secara keberlanjutan dan diharapkan mendukung Sustainable Development Goals (SDGs). Selain itu, inovasi produk diharapkan mendukung ke arah pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan yang harus diimplementasikan sebagai kegiatan pemecahan masalah yang dilakukan dalam konteks dunia nyata.
Dalam implementasinya, penyelesaian masalah dilakukan melalui pembelajaran interdisipliner yang memadukan ilmu pengetahuan, teknologi, rekayasa, dan matematika. Integrasi tersebut diperlukan untuk menghasilkan solusi yang inovatif sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan melalui penerapan pendekatan STEM yang berorientasi pada peserta didik.
Keunikan model PRODESTEM terletak pada integrasi materi nutrisi dan metabolisme dengan kuliner tradisional Solo–Jogja sebagai bentuk pembelajaran berbasis kearifan lokal. Melalui pendekatan ini mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep ilmiah, tetapi juga mengenal kandungan nutrisi makanan tradisional sekaligus memahami pentingnya pelestarian budaya lokal.
Aspek kesehatan menjadi salah satu fokus utama dalam model ini. Self-health literacy adalah kemampuan diri sendiri untuk mengakses, memahami, menilai, dan mengaplikasikan informasi yang relevan dengan kesehatan diri sendiri secara tepat terkait peduli kesehatan, pencegahan penyakit, dan promosi kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa pada aspek memahami, menerapkan, dan menilai informasi kesehatan masih perlu ditingkatkan melalui proses pembelajaran yang lebih aplikatif.
Selain mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pengembangan model ini juga berkontribusi terhadap pelestarian budaya. Pelestarian warisan kuliner tradisional penting dilakukan di tengah maraknya kuliner modern. Oleh karena itu, perlu adanya upaya pelestarian warisan kuliner tradisional dengan melakukan edukasi agar tumbuh rasa tanggung jawab dalam menjaga kekayaan budaya lokal.
Melalui pengembangan Model Pembelajaran PRODESTEM bermuatan kuliner tradisional Solo–Jogja, diharapkan mahasiswa mampu mengembangkan keterampilan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta self-health literacy sehingga lebih siap menghadapi tantangan abad ke-21 sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. (witono)
PRODESTEM Bermuatan Kuliner Tradisional Solo–Jogja Dikembangkan untuk Tingkatkan Berpikir Kritis dan Literasi Kesehatan Mahasiswa
Berita Lain
Post date:
Post date: