Aksi menanam tanaman di SMA Negeri 1 Prambanan Sleman merupakan bagian dari pembelajaran Biologi pada materi Keanekaragaman Hayati. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Cindy Fadila, mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Program Studi Pendidikan Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), bersama 36 murid kelas X-E pada 18 Agustus hingga 1 September 2026. Kegiatan berlangsung selama jam pembelajaran dan dilanjutkan di luar jam pembelajaran. Kegiatan bertujuan memberikan pengalaman belajar secara langsung dan bermakna sekaligus menumbuhkan kepedulian murid terhadap lingkungan. Pembelajaran menggunakan model Discovery Learning dengan Lembar Kerja Murid (LKM) yang disusun berdasarkan sintaks pembelajaran tersebut. “Pembelajaran diawali dengan tahap stimulasi mengenai keanekaragaman hayati. Selanjutnya, murid diarahkan untuk mengamati dan mengidentifikasi kondisi keanekaragaman hayati di lingkungan sekolah sebelum menerapkan pemahamannya melalui kegiatan menanam tanaman,” ujar Cindy. Murid dibagi menjadi enam kelompok dan setiap kelompok menentukan jenis tanaman yang akan ditanam. Tanaman yang dipilih meliputi lidah mertua, palem, lidah buaya, jahe, serai, dan pandan. Setiap kelompok membuat wadah tanam dari galon bekas dan mendokumentasikan proses pembuatan serta penanaman dalam bentuk foto atau video. Perangkat pembelajaran berupa modul ajar, LKM, PowerPoint materi, rangkuman materi, dan instrumen asesmen dikonsultasikan dengan Guru Mata Pelajaran Biologi sekaligus Guru Pamong, Ibu Luluk Linawati, S.Pd. Kegiatan ini juga diketahui oleh Kepala SMA Negeri 1 Prambanan Sleman, Bapak Dr. H. Hery Kurniawan Akhmad Ikhsan, S.Pd., M.Pd.B.I.
Kegiatan tersebut memberikan pengalaman kepada murid dalam menerapkan konsep Keanekaragaman Hayati secara langsung serta mengembangkan kreativitas, kerja sama, dan kepedulian terhadap lingkungan. “Kegiatan ini memberikan kesempatan kepada murid untuk tidak hanya memahami konsep keanekaragaman hayati, tetapi juga menerapkannya melalui tindakan nyata. Murid dapat bekerja sama dan berkreasi dalam kegiatan penanaman serta pemanfaatan galon bekas sebagai wadah tanam,” ungkap Cindy. Hasil kegiatan berupa enam wadah tanam dari galon bekas yang telah ditanami enam jenis tanaman sesuai pembagian kelompok. Bagi sekolah, hasil kegiatan tersebut dapat menambah koleksi tanaman sekaligus memberikan alternatif pemanfaatan kembali galon bekas. Kegiatan ini mendukung SDGs tujuan ke-4 melalui pembelajaran aktif dan bermakna, tujuan ke-12 melalui pemanfaatan kembali galon bekas, tujuan ke-13 melalui tindakan peduli terhadap lingkungan dan perubahan iklim, serta tujuan ke-15 melalui penanaman dan peningkatan kepedulian terhadap keanekaragaman hayati di lingkungan sekolah.
Sebagai tindak lanjut, murid diharapkan turut merawat tanaman yang telah ditanam agar tetap terpelihara. Perawatan dilakukan dengan menyiram tanaman secara rutin, memberikan pupuk organik sesuai kebutuhan, serta menjaga kondisi wadah dan tanaman. “Saya berharap tanaman yang telah ditanam dapat dirawat bersama sehingga manfaat kegiatan ini dapat terus dirasakan. Saya juga berharap pengalaman yang diperoleh murid dapat mendorong mereka untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan terbiasa memanfaatkan barang bekas secara bijak,” ujar Cindy. Perawatan tanaman menjadi bagian dari keberlanjutan kegiatan sekaligus membantu membiasakan murid menerapkan kepedulian terhadap lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.