FMIPA UNY Perkuat Literasi Sains dan Digital Siswa SMAN 1 Seyegan melalui Produk Herbal
Tim pengabdian kepada masyarakat Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) menyelenggarakan kegiatan Penguatan Literasi Sains dan Digital melalui Teknologi Tepat Guna Produk Herbal Berbasis Sekolah dalam Mendukung SDGs 4 bagi Siswa SMA Negeri 1 Seyegan. Kegiatan dilaksanakan pada 6 dan 20 Mei 2026 di SMA Negeri 1 Seyegan, Kabupaten Sleman. Program melibatkan 62 siswa dengan pendampingan delapan orang guru. Program tersebut memanfaatkan potensi kebun herbal yang telah dimiliki SMA Negeri 1 Seyegan. Kebun sekolah tidak hanya digunakan sebagai sarana penghijauan, tetapi juga dikembangkan menjadi sumber belajar kontekstual yang menghubungkan materi sains dengan keterampilan praktis dan kewirausahaan.
Pelaksanaan kegiatan dibagi menjadi dua pertemuan. Pertemuan pertama pada 6 Mei 2026 difokuskan pada penyampaian teori. Prof. Dr. Nurfina Aznam, SU., Apt. menyampaikan materi mengenai jenis tanaman herbal yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan jamu, proses pengolahan jamu, serta teknik pengemasan produk. Nilahazra Khoirunnisa, S.Si., M.Med.Sc. memberikan materi mengenai budidaya dan penanganan pascapanen tanaman obat. Sementara itu, drh. Anggitya Nareswari, M.Sc. memperkenalkan digital marketing, fotografi produk, perhitungan Harga Pokok Produksi, penentuan harga jual, keuntungan, dan strategi pemberian diskon.
Pertemuan kedua pada 20 Mei 2026 dilaksanakan dalam bentuk praktik. Siswa dibagi menjadi 12 kelompok agar dapat terlibat langsung dalam setiap tahapan kegiatan. Praktik meliputi kegiatan menanam tumbuhan obat keluarga (TOGA), membuat jamu dari tanaman TOGA, dan kewirausahaan. Pada sesi menanam TOGA, siswa mempraktikan teori menanam secara langsung di kebun SMA N 1 Seyegan. Pada sesi pengolahan herbal, siswa mempraktikkan pembuatan jamu siap minum dan siap seduh. Selain belajar memproduksi jamu, siswa mempraktikkan fotografi produk menggunakan telepon genggam. Setiap kelompok mencoba menata produk bersama bahan herbal dan mengambil foto yang menarik untuk kebutuhan promosi. Praktik ini bertujuan mengenalkan kepada siswa bahwa tampilan visual produk menjadi salah satu unsur penting dalam pemasaran digital. Pada materi kewirausahaan, siswa juga mengikuti simulasi penghitungan biaya produksi dan harga jual. Melalui simulasi tersebut, siswa belajar membedakan biaya produksi, harga jual, keuntungan, dan batas pemberian diskon agar usaha tetap memberikan keuntungan.
Program ini tidak berhenti pada kegiatan pelatihan. Peserta pelatihan diwadahi oleh komunitas sekolah, Green Club, bersama guru pembina tetap melanjutkan perawatan tanaman obat di kebun sekolah. SMA Negeri 1 Seyegan juga merencanakan pengembangan kegiatan melalui komunitas kewirausahaan siswa agar pengetahuan tentang produksi, pengemasan, fotografi, dan pemasaran produk herbal dapat terus diterapkan. Kegiatan pengabdian tersebut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals poin 4 tentang pendidikan berkualitas, terutama melalui pembelajaran yang kontekstual, partisipatif, dan berbasis keterampilan.
Melalui pemanfaatan tanaman herbal berbasis sekolah, siswa tidak hanya memperoleh pemahaman sains, tetapi juga berlatih menghasilkan produk, mengelola biaya, membangun tampilan visual, dan mengenali peluang pemasaran digital. Integrasi tersebut diharapkan dapat memperkuat kreativitas, kemandirian, dan kesiapan siswa menghadapi perkembangan ekonomi digital. (nurf)