Kulon Progo, 11 September 2026 — Mendorong meja, menarik kursi dengan sudut tertentu, mendorong tembok, hingga menggendong tas sambil berjalan menjadi aktivitas yang digunakan mahasiswa Praktik Kependidikan (PK) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) untuk mengajak siswa memahami konsep usaha dalam fisika. Kegiatan pembelajaran tersebut dilaksanakan oleh Nasyaa Zahotul Jannah, mahasiswa PK UNY Program Studi Pendidikan Fisika, bersama siswa kelas XI-B2 SMA Negeri 1 Pengasih. Melalui pendekatan Inquiry Based Learning, siswa diajak menemukan konsep usaha berdasarkan fenomena yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini menjadi bentuk kontribusi mahasiswa PK UNY dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) ke-4 tentang Pendidikan Berkualitas melalui pembelajaran yang aktif dan berpusat pada peserta didik (student-centered). Kegiatan bertujuan memberikan pengalaman bagi siswa untuk memahami konsep usaha dalam fisika yang tidak hanya ditentukan oleh besar gaya, namun juga berkaitan dengan perpindahan dan arah gaya.
Pada proses pembelajaran, siswa dibagi ke dalam empat kelompok dengan fenomena yang berbeda untuk dianalisis. Kelompok pertama melakukan demonstrasi mendorong meja hingga berpindah untuk mengidentifikasi usaha positif. Kelompok berikutnya menarik kursi dengan gaya yang membentuk sudut tertentu terhadap arah perpindahan untuk memahami pengaruh sudut terhadap besar usaha. Sementara kelompok tiga dan empat mendemonstrasikan usaha yang bernilai nol melalui demonstrasi mendorong tembok yang tidak mengalami perpindahan meskipun diberikan gaya serta menggendong tas sambil berjalan dengan arah gaya dan perpindahan yang membentuk sudut 90˚. Setelah melakukan pengamatan dan analisis, setiap kelompok mempresentasikan hasil temuannya sekaligus melakukan demonstrasi di depan kelas.
Pembelajaran berbasis inquiry memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat secara langsung selama proses pembelajaran, mulai dari mengamati fenomena, berdiskusi, menganalisis, hingga mengomunikasikan hasil temuannya. Aktivitas tersebut membantu siswa menghubungkan konsep usaha dengan peristiwa yang dapat mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Luisa Serenity Mas, siswa kelas XI-B2 SMA Negeri 1 Pengasih mengungkapkan, “Menurut saya demonstrasi pada beberapa fenomena ini bisa memperkuat pemahaman tentang jenis-jenis usaha, karena dibandingkan hanya dijelaskan teori, kita jadi bisa melihat dan mencoba langsung.” Hal tersebut sejalan dengan pendapat Sutarsih, S.Pd., selaku guru pamong mahasiswa PK UNY yang menyampaikan, “Saya menduga siswa akan lebih paham melalui pembelajaran tersebut karena dapat terlibat aktif melalui kegiatan demonstrasi, sehingga mereka mampu mengalami langsung dan menemukan konsep sendiri.” Kegiatan ini mendukung SDGs ke-4 dengan memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, komunikasi, dan kolaborasi melalui pengalaman belajar yang bermakna. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa PK UNY diharapkan dapat terus menghadirkan pembelajaran fisika yang mendorong siswa untuk aktif menemukan dan membangun pemahamannya sendiri. Penggunaan fenomena sederhana dalam kehidupan sehari-hari juga diharapkan dapat membantu siswa melihat bahwa fisika tidak hanya berkaitan dengan rumus, tetapi dapat ditemukan melalui berbagai aktivitas di lingkungan sekitar. Pembelajaran fisika ke depannya diharapkan dapat semakin mengeksplorasi model berbasis inquiry melalui aktivitas eksperimen, demonstrasi, maupun fenomena kontekstual yang sesuai dengan konsep yang akan diajarkan. Melalui hal tersebut, pembelajaran fisika akan menjadi lebih menarik dan bermakna sehingga mampu mendukung terwujudnya pendidikan yang berkualitas.