ORANG TUA MAHASISWA DISKUSI PERKEMBANGAN STUDI

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta (FMIPA UNY) menggelar diskusi monitoring capaian hasil studi mahasiswa dengan para orang tua/wali mahasiswa yang masa studinya hampir habis. Diskusi dilaksanakan Selasa, 17/4/18 di ruang sidang fakultas.
Dekan FMIPA, Dr. Hartono, menjelaskan, sekarang ini kita “dimusuhkan” dengan mesin. Kalau dulu, misal waktunya habis kemudian waktunya diundur sedikit. Tapi sekarang semua sistem pakai komputer. Kalau waktunya habis tapi belum lulus kita hanya bisa memberi surat keterangan pernah kuliah. Kalau mau yudisium status mahasiswanya harus aktif.
“Bagi mahasiswa yang mengalami kesulitan mari kita cari solusi bersama. Kami akan berkomunikasi dengan mahasiswa dan dosen pembimbing, orang tua juga berkomunikasi dengan anaknya. Mudah-mudahan nanti bisa terselesaikan sehingga angkatan 2011 nanti pada akhir semester genap 2017/2018 sudah lulus semua” harap Dekan.
Ditambahkan, data seluruh mahasiswa ada diPangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT) dikti. Kalau tidak tercatat disana kemudian universitas mengeluarkan ijazahnya maka ijazahnya dianggap illegal. Setelah 7 tahun otomatis data itu akan hilang.
Wakil Dekan I, Dr. Slamet Suyanto, mengungkapkan, yang menjadi masalah dari segi Bahasa Inggris yaitu sekarang syarat ujian skripsi Bahasa Inggrisnya sudah lulus (Pro Toefl) dengan skor 425. Banyak mahasiswa kita yang skornya 420, 422, 423, itu belum boleh. Akhir-akhir ini untuk Bahasa Inggris di FMIPA sudah bagus, tapi untuk angkatan lama yang belum bagus.  
Hambatan lainnya adalah mahasiswa tidak tertib kuliah. Misal dosen memberi tugas, mahasiswa tersebut tidak mengumpulkan tugas. Karena tidak mengumpulkan maka nilainya K. Jadi kalau ada nilai kosong kemungkinan bisa seperti itu. Ada juga yang kuliahnya hanya berangkat 8 kali dari yang seharusnya 16 kali, maka tidak boleh ujian. Ini membuat nilainya kosong (nilai tidak keluar). Bagi yang nilainya masih kurang silakan dilaporkan ke kajur/kaprodi. Kami akan melakukan remediasi/perbaikan segera bagi mahasiswa terutama angkatan 2011 supaya lulus.
“Strategi yang sudah kami lakukan yaitu monitoring tugas akhir, bahkan sekarang memakai sistem computer. Sudah berapa lama bimbingannya.  Kurikulum sudah diperbaiki, evaluasi diri, tugas akhir lebih awal, terintegrasi dengan mata kuliah lain, bimbingan klasikal, monitoring perkuliahan diawal dan diakhir, serta bimbingan Bahasa Inggris oleh pusat bahasa”, terangnya. (witono)